Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Minta China hingga Jepang Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

Trump Minta China hingga Jepang Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz Kredit Foto: Reuters

Negara Barat Perkuat Kehadiran Militer

Sejumlah negara Barat dilaporkan mulai memperkuat kehadiran militernya di kawasan Timur Tengah dan Mediterania Timur sejak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meningkat.

Fokus penguatan militer tersebut antara lain dilakukan untuk menjaga keamanan wilayah Siprus setelah sebuah drone buatan Iran menyerang pangkalan militer Inggris di pulau tersebut pada 2 Maret.

Inggris juga tengah mempertimbangkan sejumlah opsi tambahan untuk penempatan militer di kawasan Teluk setelah Iran meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal di wilayah tersebut.

Menteri Pertahanan Inggris John Healey menyatakan pemerintah Inggris sedang berdiskusi dengan sekutu dan mitra internasional untuk memastikan keamanan jalur pelayaran di kawasan tersebut.

“Kami sedang berbicara dengan sekutu dan mitra mengenai berbagai opsi untuk memastikan keamanan pelayaran di kawasan ini,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris.

Sementara itu, Angkatan Laut Prancis dilaporkan mengerahkan sekitar selusin kapal perang, termasuk kelompok tempur kapal induk, ke kawasan Mediterania, Laut Merah, dan berpotensi ke Selat Hormuz sebagai bagian dari dukungan pertahanan bagi sekutu yang terdampak konflik.

Baca Juga: Selat Hormuz Jadi Sorotan, Amerika Serikat Ancam Serang Terminal Minyak Iran

Baca Juga: Iran Salahkan Amerika Serikat Terkait Isu Selat Hormuz

Pemerintah Prancis juga melakukan konsultasi dengan sejumlah negara Eropa, Asia, dan negara Arab di kawasan Teluk untuk menyusun rencana pengawalan kapal tanker minyak yang melintas di Selat Hormuz.

Sebelumnya pada Kamis, Trump juga menyatakan Amerika Serikat siap mengawal kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz untuk melindungi mereka dari potensi serangan Iran.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah Amerika Serikat untuk meredam kenaikan harga minyak dunia yang dipicu oleh konflik militer di kawasan Timur Tengah.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri