Kredit Foto: Dok. Kementerian ESDM
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot, memastikan ketahanan stok BBM nasional saat ini berada di atas ketentuan minimum yang telah ditetapkan pemerintah. Hal itu disampaikannya saat meninjau ketersediaan energi di Rest Area 379 A Batang-Semarang.
“Cadangan minimal sesuai regulasi adalah 21 hari. Sementara saat ini, cadangan yang kita siapkan bersifat fluktuatif, berada di kisaran 27 hingga 28 hari,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa angka tersebut terus dijaga melalui distribusi yang berkelanjutan, baik dari kilang domestik maupun pasokan impor.
Dengan demikian, kebutuhan BBM selama masa Ramadan dan Idulfitri aman dan masyarakat diharapkan tidak khawatir terhadap ketersediaan BBM selama periode mudik dan libur Idulfitri.
Lebih lanjut, Yuliot menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah menerapkan kebijakan untuk menjaga stabilitas dan menjaga ketenangan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Harga Minyak Bisa Tembus Rp1,6 Juta per Barel, Golkar Nilai Langkah Bahlil Tepat
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengungkapkan Pertamina senantiasa berupaya menjaga pasokan energi.
Namun demikian, dalam menghadapi konflik Timur Tengah, Pertamina mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan energi dan membeli sesuai kebutuhan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: