Update Perang Iran: Prancis Siapkan Misi Demi Membuka Selat Hormuz
Kredit Foto: Reuters/Benoit Tessier
Prancis memulai pembicaraan dengan puluhan negara guna membahas rencana pembukaan kembali jalur pelayaran di Strait of Hormuz. Pihaknya juga menunggu selesainya konflik dari Iran, Israel dan Amerika Serikat.
Dikutip dari Reuters Kepala Staf Angkatan Bersenjata Prancis, Fabien Mandon dilaporkan telah menggelar pertemuan virtual dengan perwakilan dari berbagai negara. Diskusi itu dilakukan dalam upaya menjaga stabilitas jalur perdagangan global, khususnya distribusi energi dunia.
Baca Juga: Efek Serangan Amerika Serikat, Opsi Bangun Senjata Nuklir Makin Dilirik Iran
Diskusi tersebut masih bersifat awal, dengan fokus pada pandangan masing-masing negara terhadap krisis, usulan bentuk misi keamanan maritim dan koordinasi awal untuk operasi pascakonflik dari Iran, Israel dan Amerika Serikat.
Prancis menegaskan bahwa inisiatif ini bersifat defensif dan tidak terkait langsung dengan operasi militer yang sedang berlangsung di Timur Tengah,
Dalam rencana awal, misi internasional ini diperkirakan akan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, negara-negara terkait akan melakukan pembersihan ranjau laut (mine-hunting). Hal itu nantinya dilanjutkan dengan pengamanan kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz.
Adapun Presiden Prancis, Emmanuel Macron sebelumnya menegaskan bahwa keterlibatan internasional baru akan dilakukan setelah konflik mereda, dengan mempertimbangkan stabilitas kawasan hingga persetujuan dari Iran.
Meski tidak terlibat dalam konflik, ia sendiri telah mengerahkan kekuatan militernya ke kawasan, termasuk kapal induk, dua kapal helikopter dan delapan kapal perang. Langkah tersebut dilakukan sebagai persiapan menghadapi kemungkinan misi di masa depan.
Diketahui, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis. Ia dilalui sekitar dua puluh persen pasokan minyak global. Namun, aktivitas pengiriman dalam kawasan tersebut dilaporkan hampir terhenti setelah pecahnya perang dari Iran, Israel dan Amerika Serikat.
Terbaru, Amerika Serikat mengirimkan proposal damai yang berisi lima belas poin yang menekankan pentingnya penghentian pengembangan teknologi nuklir oleh Iran.
Washington ingin negara tersebut untuk menghancurkan stok uranium yang diperkaya tinggi dan menghentikan program pengayaan uranium. Iran juga diminta untuk membatasi program rudal balistik dan menghentikan dukungan mereka terhadap sekutu regional di Timur Tengah.
Amerika Serikat juga memperingatkan bahwa jika proposal tersebut tidak diterima, maka pihaknya akan memberikan tekanan militer yang lebih berat ke Iran. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun ada jeda sementara, risiko eskalasi tetap tinggi apabila negosiasi gagal.
Baca Juga: Amerika Serikat Pertama Kali Luncurkan Kapal Tanpa Awak, Sangat Diandalkan di Iran
Gangguan Selat Hormuz telah berdampak langsung pada harga minyak dunia, biaya logistik global hingga inflasi global. Pembukaan Selat Hormuz akan menjadi langkah krusial untuk memulihkan stabilitas ekonomi global, yang terdampak oleh fluktuasi harga energi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: