Mitigasi Risiko Fiskal, Pemerintah Didorong Reaktivasi Insentif Kendaraan Listrik
Kredit Foto: Istimewa
Sejumlah ekonom dan pakar energi mendesak Pemerintah Indonesia memperkuat dan melanjutkan pemberian insentif kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV).
Langkah ini dinilai mendesak sebagai instrumen mitigasi risiko fiskal, di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia, serta upaya mengurangi ketergantungan kronis terhadap impor BBM.
Ekonom Bank Permata Joshua Pasaribu, menyoroti ketidakpastian pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah, yang mengancam jalur logistik Selat Hormuz.
Jalur ini sangat krusial karena mengalirkan sekitar 20% konsumsi minyak global.
Hingga akhir Maret 2026, harga minyak brent tercatat masih bertahan tinggi di kisaran 108 dolar AS per barel.
“Dalam kondisi seperti ini, mengurangi ketergantungan pada BBM menjadi semakin mendesak."
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement