Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mitigasi Risiko Fiskal, Pemerintah Didorong Reaktivasi Insentif Kendaraan Listrik

Mitigasi Risiko Fiskal, Pemerintah Didorong Reaktivasi Insentif Kendaraan Listrik Kredit Foto: Istimewa

“Kenaikan harga minyak sebesar 10 dolar AS per barel dapat menambah beban subsidi hingga Rp60–70 triliun."

"Substitusi 1 juta kendaraan listrik berpotensi menghemat konsumsi minyak sekitar 13 juta barel per tahun,” jelasnya.

Momentum Pertumbuhan Pasar

Dari perspektif perbankan lain, Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro melihat insentif EV merupakan kunci untuk menekan beban subsidi energi jangka panjang, mengingat posisi Indonesia sebagai net importir minyak mentah.

Data menunjukkan pangsa penjualan mobil listrik meningkat signifikan dari 6% pada 2024 menjadi 17% pada 2025.

"Jika insentif serupa diterapkan di tengah harga minyak yang sedang tinggi, maka kenaikan share mobil listrik diperkirakan akan lebih tinggi, karena biaya BBM berpotensi jauh lebih mahal dibandingkan biaya listrik untuk EV," ulas Andry kepada Warta Ekonomi.

Namun, ia mengingatkan adanya risiko perlambatan pada 2026, jika industri masih bergantung pada impor tanpa dukungan kebijakan yang berlanjut.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus

Tag Terkait:

Advertisement