Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bimasakti, Fintech Asal Sidoarjo yang Tumbuh ke Level Nasional dan Perluas Layanan Pembayaran Digital

Bimasakti, Fintech Asal Sidoarjo yang Tumbuh ke Level Nasional dan Perluas Layanan Pembayaran Digital Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perjalanan pertumbuhan industri fintech di Indonesia tidak hanya digerakkan dari pusat bisnis Jakarta, tetapi juga dari daerah. PT Bimasakti Multi Sinergi menjadi salah satu contoh pemain yang lahir di Sidoarjo, Jawa Timur, lalu berkembang ke tingkat nasional dan merambah Jakarta. 

Bimasakti memulai langkah dengan mengembangkan solusi pembayaran digital untuk menjawab kebutuhan transaksi masyarakat dan pelaku usaha di daerah. Secara bertahap, perusahaan membangun ekosistem layanan yang menjangkau berbagai wilayah di Indonesia. Perseroan juga menjadi induk bagi sejumlah platform berbasis digital seperti Winpay (payment gateway), SpeedCash (dompet digital), dan Rajabiller (H2H multi biller).

“Perjalanan perusahaan dari Sidoarjo hingga berkembang secara nasional merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan solusi pembayaran digital yang lebih inklusif. Sejak awal kami melihat bahwa kebutuhan layanan pembayaran digital tidak hanya berada di kota-kota besar, tetapi juga di berbagai daerah. Karena itu, Bimasakti berupaya membangun solusi yang dapat menjangkau mitra dan pengguna secara lebih luas, sekaligus memastikan layanan yang kami kembangkan tetap aman dan terpercaya,” ujar VP Regulator and State Authority Bimasakti, Novandy Bambang Pramana, dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (31/3).

Sebagai asosiasi yang menaungi penyelenggara fintech, Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) memandang perjalanan Bimasakti sebagai bukti bahwa pelaku dan inovator fintech tidak hanya tumbuh di kota-kota besar. Kehadiran perusahaan ini menunjukkan bahwa inovasi dari daerah dapat berkontribusi nyata dalam membangun ekosistem ekonomi digital nasional. Dengan demikian, perkembangan industri fintech dinilai kian inklusif dan tidak lagi terpusat di wilayah Jabodetabek.

“Pertumbuhan perusahaan fintech dari daerah merupakan sinyal positif bagi pemerataan inovasi dan perluasan akses layanan keuangan digital. Hal ini penting untuk membuka kesempatan yang lebih setara bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai daerah, sekaligus memperkuat ekosistem fintech nasional,” ujar Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto.

Seiring berkembangnya bisnis dan meningkatnya kebutuhan layanan pembayaran digital yang aman dan terpercaya, Bimasakti terus memperkuat tata kelola sistem dan perlindungan data. 

Langkah ini antara lain tercermin dari perolehan sertifikasi ISO/IEC 27001:2022, standar internasional untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi independen global TÜV Rheinland. 

Penyerahan sertifikasi dilakukan di Jakarta, beberapa waktu lalu, dengan dihadiri Novandy, AVP Regulator & State Authority Bimasakti Dimas Bayudira, Direktur Utama TÜV Rheinland Nyoman Susila, serta perwakilan dari AFTECH.

Novandy menjelaskan, penerapan standar keamanan informasi di Bimasakti telah dilakukan sejak 2015. Pada sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 kali ini, perusahaan memperluas ruang lingkup penerapan ke area yang lebih strategis, yaitu pengembangan sistem, operasional teknologi informasi, serta pemeliharaan layanan sistem pembayaran. Cakupan tersebut meliputi layanan utama seperti penatausahaan sumber dana, penyediaan informasi sumber dana, QRIS, layanan payment initiation dan/atau acquiring, serta layanan remitansi.

Baca Juga: 97 Fintech Tersandung Kartel Bunga, OJK Siapkan Langkah Ini

“Dengan cakupan tersebut, pengelolaan keamanan informasi dapat diterapkan secara lebih komprehensif pada seluruh ekosistem layanan digital Bimasakti,” papar Novandy. Penguatan di sisi tata kelola dan keamanan ini diharapkan menjadi landasan bagi ekspansi layanan pembayaran digital perusahaan di berbagai wilayah.

AFTECH menilai langkah Bimasakti mencerminkan semakin kuatnya komitmen pelaku industri dalam memperkuat fondasi keamanan di tengah pertumbuhan ekonomi digital. Firlie menekankan bahwa penerapan standar keamanan informasi yang diakui secara global merupakan elemen penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap layanan fintech.

“AFTECH mengapresiasi langkah Bimasakti Multi Sinergi dalam memperkuat tata kelola keamanan informasi melalui sertifikasi ISO/IEC 27001:2022. Upaya ini menunjukkan komitmen pelaku industri untuk terus meningkatkan standar keamanan dan perlindungan data, sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem fintech Indonesia yang semakin aman, terpercaya dan berkelanjutan,” ujar Firlie.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement