Kredit Foto: MIND ID
Dari sisi neraca, total aset PTBA tumbuh menjadi Rp 43,92 triliun, didorong oleh penambahan aset tetap strategis.
Perseroan juga merealisasikan belanja modal (belanja modal/capex) sebesar Rp4,55 triliun yang dikhususkan pada infrastruktur jangka panjang, termasuk proyek angkutan batu bara relasi Tanjung Enim–Kramasan.
Pertumbuhan Operasional
Secara operasional, emiten berkode saham PTBA ini mencatatkan kenaikan volume produksi sebesar 9% menjadi 47,2 juta ton.
Sejalan dengan itu, volume penjualan juga meningkat 6% mencapai 45,4 juta ton, sementara volume angkutan batu bara naik 6% menjadi 40,4 juta ton.
Dalam hal distribusi, PTBA mempertahankan posisinya sebagai pilar energi nasional dengan mengalokasikan 54% penjualan untuk pasar domestik.
Di pasar ekspor (46%), perusahaan agresif melakukan ekspansi melampaui pasar tradisional Asia seperti Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina, dengan menembus pasar baru di Eropa, yakni Spanyol dan Rumania.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement