Kak Seto: PP TUNAS Bukti Negara Hadir, tapi Perlindungan Anak Butuh 'Orang Sekampung'
Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Oleh karena itu, menurutnya diperlukan penguatan literasi digital yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari sekolah, keluarga, hingga masyarakat.
Terlebih, peran orang tua yang tidak bisa digantikan oleh regulasi.
Koordinator Gerakan Bijak Bersosmed Enda Nasution menilai penerapan verifikasi usia bukanlah hal yang mustahil.
“Kalau contoh-contohnya tindakan verifikasi ini sebenarnya sudah ada beberapa teknik yang dilakukan dan dicoba di negara-negara lain."
"Jadi kita tunggu saja, harusnya kalau itu bisa dilakukan negara lain, maka sistem yang sama juga bisa dilakukan di Indonesia,” ulas Enda kepada Warta Ekonomi, Selasa (31/3/2026).
Kak Seto tetap optimistis kebijakan ini dapat berjalan dengan baik selama didukung oleh semua pihak.
“Ya, namanya juga usaha."
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Advertisement