Amerika Serikat Awasi Rencana Iran Kenakan Tarif di Selat Hormuz
Kredit Foto: Istimewa
Amerika Serikat menegaskan penolakannya terhadap rencana penerapan tarif untuk kapal yang ingin melewati jalur pelayaran dari Selat Hormuz. Rencana tersebut diketahui merupakan salah satu bagian tuntutan negosiasi dari Iran.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memperingatkan agar negara itu tidak mengenakan biaya kepada kapal tanker yang melintasi wilayah dari Selat Hormuz. Trump menegaskan bahwa jika praktik tersebut benar terjadi, hal tersebut harus segera dihentikan oleh Teheran.
Baca Juga: Harga Bitcoin Hari Ini (10/4): Pasar Soroti Negosiasi Amerika Serikat-Iran di Pakistan
"Ada laporan bahwa mereka memungut biaya dari kapal tanker yang melewati Selat Hormuz. Sebaiknya mereka tidak melakukannya, dan jika memang melakukannya, mereka harus segera menghentikannya," kata Trump di Truth Social.
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang menyalurkan sekitar dua puluh persen pasokan minyak dan gas global. Sejak konflik dimulai, jalur ini mengalami gangguan besar hingga lalu lintas kapal dilaporkan turun drastis, bahkan di bawah sepuluh dari kondisi normal.
Sebelumnya, Iran diketahui akan menerapkan biaya sekitar US$2 juta per kapal yang melintas dalam jalur tersebut. Biaya ini rencananya akan dibagi dengan Oman. Teheran mengatakan hasil pendapatan dari tarif itu akan digunakan untuk membiayai rekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat serangan dari Israel dan Amerika Serikat.
Laporan media juga menyebut mereka berencana mengenakan tarif bahkan dalam bentuk kripto untuk kapal yang melintas selama masa gencatan senjata. Rencana tersebut langsung mendapat penolakan dari berbagai pemimpin dari Yunani dan Inggris.
Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai jalur dengan kebebasan navigasi, dan menurut mereka, hal tersebut harus tetap dipertahankan. Sekutu Amerika Serikat menyebut gagasan menjadikan jalur tersebut sebagai toll booth atau gerbang berbayar sebagai langkah yang tidak dapat diterima oleh komunitas internasional.
Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis dalam hal ini menilai penerapan tarif akan membebani industri pelayaran global dan mengganggu arus perdagangan. Ia menyatakan bahwa jika diperlukan, pengaturan jalur tersebut sebaiknya dilakukan melalui kesepakatan internasional. Namun, ia menegaskan bahwa perjanjian tersebut tidak boleh mencakup pungutan biaya bagi kapal.
Ia memperingatkan bahwa jika tarif diberlakukan, hal tersebut dapat membuka jalan bagi negara lain untuk melakukan hal serupa di jalur strategis lainnya. Langkah tersebut dinilai berisiko mengganggu sistem perdagangan global yang selama ini bergantung pada prinsip kebebasan navigasi.
Ketidakpastian di Selat Hormuz sendiri tidak hanya berdampak pada energi, tetapi juga perdagangan global secara keseluruhan. Jika ketegangan kembali meningkat atau pembatasan diperketat, dampaknya bisa meluas ke inflasi global dan rantai pasok.
Baca Juga: Tak Dibantu Soal Perang Amerika Serikat-Iran, Trump Luapkan Kekecewaan ke Bos NATO
Pernyataan Trump menambah tekanan terhadap Iran di tengah negosiasi yang masih berlangsung. Isu kebebasan navigasi dalam wilayah terkait kini menjadi salah satu poin krusial dalam upaya mencapai kesepakatan damai jangka panjang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: