Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
PT Timah (Persero) Tbk bersiap memulai babak baru dalam industri mineral strategis nasional, melalui pembangunan fasilitas riset dan produksi Logam Tanah Jarang (LTJ), alias Rare Earth Element (REE).
Proyek yang berlokasi di Tanjung Ular, Bangka Belitung tersebut dijadwalkan akan melaksanakan groundbreaking pada Rabu 20 Mei 2026, dan akan diresmikan langsung oleh Presiden RI.
Direktur Utama PT Timah Tbk Restu Widiyantoro menegaskan, proyek bertajuk "Pilot Plant Tanjung Ular sebagai Embrio untuk Industri REE" ini, merupakan perintah strategis untuk mengoptimalkan potensi mineral ikutan timah.
"Tahun ini kami sudah diperintahkan untuk 20 Mei itu nanti dilakukan groundbreaking, untuk pengelola pengelolaan mineral tanah jarang."
"Groundbreaking yang awal adalah pembangunan fasilitas riset dan produksi untuk mineral tanah jarang," ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR, Senin (13/4/2026).
Dalam pelaksanaannya, PT Timah menjalin kerja sama strategis (Joint Operation) dengan PT Perminas melalui pembagian peran hulu ke hilir.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement