- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Grup Djarum 'Bersih-bersih' Portofolio: Mengapa SUPR dan IBST Kompak Delisting?
Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan langkah go private dan delisting sukarela SUPR merupakan keputusan strategis perusahaan setelah evaluasi bisnis jangka panjang.
“Berdasarkan evaluasi menyeluruh oleh manajemen perseroan atas strategi bisnis jangka panjang Perseroan dan Grup Perseroan dalam pengelolaan aset dan kegiatan operasional yang lebih efisien,” ujar Nyoman.
Tidak lama setelah pengumuman SUPR, IBST juga menyampaikan rencana serupa untuk berubah menjadi perusahaan tertutup.
Dalam rencana tersebut, pemegang saham pengendali PT Iforte Solusi Infotek (Iforte) akan melakukan penawaran tender sukarela kepada publik dengan harga Rp5.400 per saham.
Baca Juga: BEI Bakal Delisting 18 Emiten, Ini Dampaknya ke Investor Ritel
Baca Juga: Grup Djarum (SUPR) Mau Go Private, Saham Publik Siap Dibeli Rp45.000 per Lembar
Harga itu sedikit di atas rata-rata harga tertinggi perdagangan harian 90 hari terakhir sebelum pengumuman RUPSLB sebesar Rp5.374 per saham.
Perseroan dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 5 Juni 2026 guna meminta persetujuan atas rencana go private dan delisting tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: