Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Grup Djarum 'Bersih-bersih' Portofolio: Mengapa SUPR dan IBST Kompak Delisting?

Grup Djarum 'Bersih-bersih' Portofolio: Mengapa SUPR dan IBST Kompak Delisting? Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

Sementara itu, pengamat pasar modal Reydi Octa menilai langkah dua emiten Grup Djarum tersebut lebih mencerminkan strategi korporasi dibanding tekanan regulasi free float minimum 15%.

Menurutnya, perusahaan dengan kepemilikan saham yang sangat terkonsentrasi dan frekuensi perdagangan rendah akan memperoleh manfaat terbatas sebagai perusahaan publik.

“Ini lebih ke upaya efisiensi struktur bisnis, fleksibilitas pengambilan keputusan, dan optimalisasi. Kalau emiten jarang diperdagangkan, relevansinya jadi sangat kecil untuk tetap melantai di IHSG,” ujar Reydi.

Baca Juga: Suspensi Berkepanjangan hingga Pailit, BEI Ungkap Penyebab 18 Emiten Delisting

Baca Juga: Grup Djarum (IBST) Mau Pamit dari Bursa, Saham Publik Siap Dibeli Rp5.400

Ia menilai keputusan tersebut bukan sinyal negatif terhadap fundamental perusahaan, melainkan indikasi bahwa pasar saham tidak selalu menjadi platform paling relevan bagi perusahaan yang tidak membutuhkan pendanaan eksternal dan masih dikendalikan kuat oleh pemegang saham utama.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri