- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Grup Djarum 'Bersih-bersih' Portofolio: Mengapa SUPR dan IBST Kompak Delisting?
Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Dua entitas usaha Grup Djarum, yakni PT Solusi Tunas Pratama Tbk dan PT Inti Bangun Sejahtera Tbk, kompak memutuskan meninggalkan status perusahaan terbuka melalui aksi go private dan delisting dari Bursa Efek Indonesia(BEI).
Langkah tersebut diumumkan masing-masing perseroan melalui keterbukaan informasi dan menambah daftar emiten yang memilih keluar dari pasar modal di tengah dinamika aturan free float dan efisiensi bisnis.
SUPR menjadi entitas pertama yang mengumumkan rencana hengkang dari bursa. Perseroan mengakui salah satu faktor utama di balik keputusan itu adalah belum terpenuhinya ketentuan minimum free float sesuai regulasi pasar modal.
Manajemen menyebut berbagai upaya telah dilakukan untuk memenuhi ketentuan tersebut, termasuk penyampaian rencana pemulihan atas suspensi perdagangan saham dan laporan perkembangan realisasi secara berkala. Namun hingga kini perseroan masih belum mampu memenuhi ketentuan minimum free float sebagaimana diatur dalam keputusan direksi BEI.
Baca Juga: Indonet (EDGE) Kebut Ekspansi Infrastruktur Digital dan Data Center di Tengah Rencana Delisting
Baca Juga: BEI Tanggapi Rencana Go Private SUPR dan Kendala Pemenuhan Free Float
Atas kondisi itu, SUPR memutuskan mengajukan rencana go private dan delisting. Dalam skema tersebut, pemegang saham pengendali PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) akan melakukan penawaran tender sukarela kepada pemegang saham publik dengan harga Rp45.000 per saham.
Harga tersebut berada di atas rata-rata harga tertinggi perdagangan harian selama 12 bulan terakhir sebesar Rp42.295 per saham.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: