Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hilirisasi Batu Bara: Mengintip Peluang DME Menekan Impor LPG ala Benchmark Dunia

Hilirisasi Batu Bara: Mengintip Peluang DME Menekan Impor LPG ala Benchmark Dunia Kredit Foto: Istimewa

ESG dan Inovasi rDME di Amerika Serikat

Di Amerika Serikat, tren penggunaan DME bergeser ke arah aspek keberlanjutan melalui Renewable DME (rDME). Laporan dari U.S. Department of Energy (DOE) melalui Alternative Fuels Data Center menjelaskan peran rDME sebagai substitusi diesel murni di sektor transportasi berat.

Berdasarkan data California Air Resources Board (CARB), implementasi rDME di AS sangat didorong oleh kebijakan Low Carbon Fuel Standard (LCFS). Perusahaan seperti Oberon Fuels telah mengoperasikan pabrik rDME berbasis limbah biomassa yang memberikan keuntungan finansial melalui kredit karbon. Model ini menunjukkan bahwa DME tidak hanya berfungsi sebagai alat ketahanan energi, tetapi juga instrumen kepatuhan terhadap ESG (Environmental, Social, and Governance).

Baca Juga: Bukit Asam Targetkan Produksi DME 1,4 Juta Ton

Keberhasilan benchmark dunia ini memberikan sinyal bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan kekayaan batu bara domestik. Laporan dari International DME Association (IDMEA) menegaskan bahwa transisi dari DME fosil ke rDME dapat dilakukan secara bertahap tanpa perlu membangun infrastruktur distribusi dari nol.

Dengan memanfaatkan jaringan distribusi LPG yang sudah mapan, Indonesia dapat meniru langkah India dan Cina dalam menekan defisit neraca perdagangan melalui hilirisasi batu bara menjadi DME, sekaligus memastikan stabilitas pasokan energi nasional di masa depan.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Fajar Sulaiman