Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prudential Indonesia Gelar Bincang Mapan 2026: Berbagi Strategi, Menjaga Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Prudential Indonesia Gelar Bincang Mapan 2026: Berbagi Strategi, Menjaga Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan Kredit Foto: Prudential Indonesia
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dalam momentum peringatan Hari Kartini, semangat perempuan Indonesia dalam membangun kemandirian ekonomi semakin nyata, termasuk melalui kontribusinya sebagai pelaku usaha. Data menunjukkan bahwa sekitar 64,5% pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan, yang menjadikan mereka sebagai salah satu penggerak utama ekonomi nasional di tengah dominasi UMKM yang mencapai hampir 99% dari total unit usaha di Indonesia.

Dengan semangat tersebut, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menggelar Bincang Mapan 2026 yang diselenggarakan pada 20 April 2026 di PRU University, Kota Kasablanka, Jakarta, sebagai upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tidak hanya mengembangkan bisnis, tetapi juga memastikan keberlanjutannya melalui perencanaan yang matang dan perlindungan finansial yang tepat.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 360 pelaku UMKM yang didominasi oleh lebih dari 80% partisipasi peserta perempuan, baik secara luring maupun daring. Para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan mengenai strategi pengembangan bisnis, tetapi juga pentingnya kesiapan dalam menghadapi berbagai risiko, mulai dari strategi ekspansi, pengelolaan arus kas, hingga upaya menjaga stabilitas bisnis di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Salah satu peserta, Ariyanti, pelaku UMKM di bidang kuliner, membagikan pengalamannya dalam merintis usaha dari nol. Ia menghadapi tantangan dalam beradaptasi setelah beralih dari bisnis fashion ke kuliner pada 2015, terutama karena harus memasuki bidang yang sebelumnya belum dikuasai. Pengalaman ini mencerminkan bahwa membangun usaha tidak hanya membutuhkan keberanian untuk memulai, tetapi juga kesiapan dalam menghadapi risiko dan ketidakpastian. Pengalaman ini mencerminkan bahwa peran perempuan dalam membangun usaha juga diiringi dengan tantangan nyata, sehingga diperlukan kesiapan tidak hanya dalam memulai, tetapi juga dalam menjaga keberlanjutan bisnis.

Baca Juga: Prudential Syariah Catat Pangsa Pasar 22% dan Pertumbuhan Aset 20%

Sejalan dengan hal tersebut, Chief Product Officer Prudential Indonesia, Astono Hermawan, menyampaikan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh operasional seperti produksi, distribusi, dan pemasaran, tetapi juga oleh kekuatan pondasi keuangan sebagai kunci keberlanjutan usaha. Menurutnya, aset terpenting dalam bisnis adalah keyakinan pada diri sendiri, karena untuk menjaga bisnis tetap berkembang diperlukan perencanaan yang matang dan menyeluruh, terutama bagi pelaku usaha perempuan yang kerap memiliki peran ganda dalam mengelola bisnis sekaligus kehidupan pribadi.

Lebih lanjut, Astono mengatakan bahwa fase tiga hingga lima tahun pertama merupakan periode paling krusial bagi pelaku usaha. Pada momen ini, banyak bisnis menghadapi tantangan berat hingga berujung kegagalan akibat lemahnya perencanaan, terutama dalam aspek keuangan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman