Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ajak Siswa Fokus Prestasi, Menkomdigi Ingatkan Bahaya Screentime Berlebih

Ajak Siswa Fokus Prestasi, Menkomdigi Ingatkan Bahaya Screentime Berlebih Kredit Foto: Komdigi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pentingnya pengendalian penggunaan ruang digital bagi anak, khususnya di tengah tingginya durasi penggunaan ponsel.

Dalam kegiatan KUPAS (Kumpul TUNAS) di SMPN 1 Jakarta, Kamis (30/4), Meutya mengingatkan siswa agar lebih bijak mengatur waktu di depan layar. Ia menilai penggunaan gadget yang berlebihan berpotensi mengganggu fokus belajar hingga perkembangan karakter.

“Kalau 5 jam habis di layar, kapan waktunya belajar dan berprestasi?” ujar Meutya di hadapan para siswa SMPN 1 Jakarta.

Menurutnya, durasi penggunaan media sosial di kalangan anak saat ini bahkan bisa melampaui lima jam per hari. Kondisi ini dinilai perlu segera dikendalikan agar tidak berdampak negatif terhadap masa depan generasi muda.

Sebagai langkah konkret, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Regulasi ini mengatur pembatasan akses anak ke platform digital berisiko, termasuk penundaan pembuatan akun media sosial hingga usia 16 tahun.

Baca Juga: Menkomdigi Tekankan Perlindungan Perempuan di Era Digital

“Adik-adik harus menurunkan screentime-nya. Ini untuk masa depan semua. Saatnya sibuk mencari prestasi, ikut organisasi, olahraga, dan bersosialisasi dengan teman maupun guru,” kata Meutya.

Dalam sesi dialog interaktif, sejumlah siswa turut berbagi pengalaman terkait risiko di ruang digital. Mulai dari kasus penipuan saat transaksi akun game hingga paparan konten tidak pantas yang dikirim oleh nomor tak dikenal melalui pesan instan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman