Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pertamina Ungkap Pemicu Harga B40 Industri Lebih Mahal Dibanding Era B35

Pertamina Ungkap Pemicu Harga B40 Industri Lebih Mahal Dibanding Era B35 Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan

Tekanan logistik ini diperberat oleh ketimpangan kapasitas produksi antarwilayah. Kapasitas produksi FAME terbesar saat ini terkonsentrasi di wilayah Sumbagut sebesar 6,5 juta kL per tahun. Di sisi lain, wilayah Kalimantan mencatatkan defisit karena permintaan lokal mencapai 5,6 juta kL per tahun, sementara kapasitas produksi regional hanya tersedia 3,8 juta kL per tahun. Ketimpangan ini memaksa adanya pengapalan jarak jauh yang mempertinggi struktur biaya distribusi.

Proyeksi Menuju B50

Menyongsong rencana implementasi B50, Pertamina Patra Niaga mencatat tingkat utilisasi pabrik FAME nasional akan semakin tertekan. Alokasi penyerapan untuk program B40 pada 2026 diperkirakan menyerap 15,6 juta kL atau setara 73% kapasitas pabrik nasional. Jika mandatori ditingkatkan menjadi B50, beban penyerapan akan melonjak hingga 89% dari total kapasitas plant FAME.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Layanan QR Code di Jawa Timur untuk Subsidi Tepat Sasaran

Guna mengantisipasi kenaikan volume tersebut, Pertamina tengah melakukan asesmen intensif di 36 lokasi titik serah FAME yang dikategorikan sebagai Main Terminal untuk proses blending. Sementara itu, 85 End Terminal lainnya disiapkan untuk menerima produk akhir dalam kondisi siap salur.

''Penambahan kapasitas hingga 24 juta kL dibutuhkan untuk mencapai level operasional ideal di angka 80%. Kami terus melakukan pengujian teknis dan asesmen sarana fasilitas agar implementasi bauran energi ini tetap terjaga meski ada konsekuensi biaya yang meningkat di sektor industri,” pungkas Sigit

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Fajar Sulaiman