Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AHY Beri Warning! Pantura Terancam, Giant Sea Wall Tak Bisa Ditunda

AHY Beri Warning! Pantura Terancam, Giant Sea Wall Tak Bisa Ditunda Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di Pantai Utara Jawa (Pantura) harus segera dijalankan secara progresif untuk mengantisipasi ancaman penurunan permukaan tanah dan kenaikan muka air laut yang berpotensi mengganggu kawasan strategis ekonomi nasional.

AHY menyebut dua tekanan utama yang terjadi secara bersamaan, yakni land subsidence dan banjir rob akibat kenaikan permukaan laut, yang secara langsung mengancam kehidupan masyarakat serta aktivitas ekonomi di kawasan Pantura.

“Ada 2 tekanan yang datang secara bersamaan yang pertama adalah terjadinya penurunan permukaan tanah atau land subsidence yang kedua ancaman banjir rob ketika terjadi naiknya permukaan air laut dan ini tentunya mengancam kehidupan masyarakat di sepanjang pesisir pantai utara Jawa,” ujarnya, Jakarta, Senin (4/5/2026). 

Menurut AHY, kawasan Pantura merupakan koridor strategis yang mencakup aktivitas industri, logistik, transportasi, serta sentra pangan nasional. Ancaman terhadap kawasan ini dinilai memiliki implikasi langsung terhadap perekonomian nasional.

“Kita tahu bahwa Pantura memiliki nilai yang strategis merupakan koridor ekonomi, koridor industri, koridor transportasi termasuk untuk logistik dan cukup banyak sentra-sentra pangan yang juga bisa terancam akibat intrusi air laut,” katanya.

Baca Juga: AHY Bakal Evaluasi Penempatan Gerbong Wanita usai Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Baca Juga: Danantara Targetkan Dua Proyek PSEL Jakarta Beroperasi Awal 2028

Ia menambahkan, tanpa intervensi signifikan, penurunan permukaan tanah dapat mencapai 1 hingga 20 cm per tahun, yang diperparah oleh kenaikan muka air laut.

AHY juga menyebut sekitar 17 juta dari total 52 juta penduduk di kawasan Pantura berpotensi terdampak langsung, sementara kontribusi wilayah tersebut terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional mencapai sekitar 23%.

“Untuk melindungi ekonomi yang berkontribusi terhadap PDB secara nasional itu kurang lebih 23% jadi ini adalah sesuatu yang sangat strategis,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri