- Home
- /
- EkBis
- /
- Infrastruktur
BKPM Dorong Integrasi Tol dan Pelabuhan Tanjung Carat, Nilai Investasi Capai Rp26 Triliun
Kredit Foto: Istimewa
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendorong penguatan infrastruktur logistik di Sumatera Selatan melalui rencana integrasi jaringan jalan tol yang akan terkoneksi langsung dengan Pelabuhan Tanjung Carat (Pelabuhan Palembang Baru).
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, mengatakan proyek ini merupakan bagian dari kerja sama lintas BUMN yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, Rabu, (12/5/2026).
“Jadi pada hari ini kami melakukan penandatanganan untuk kerja sama terhadap rencana integrasi konektivitas tol. Ini dalam kerangka juga mendukung dan menindaklanjuti rencana pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat,” ujar Todotua.
Ia menjelaskan, integrasi jalan tol dengan pelabuhan tersebut diharapkan mampu mempercepat arus distribusi barang sekaligus menekan biaya logistik di Sumatera Selatan. Dampaknya juga diproyeksikan meluas ke wilayah sekitar, termasuk Jambi yang akan ikut terhubung dalam jaringan logistik tersebut.
Menurut dia, penguatan konektivitas ini akan berdampak langsung pada peningkatan efisiensi sistem logistik regional sekaligus memperkuat keterhubungan antarwilayah di Sumatera.
Todotua menyebut, proyek ini memiliki dua sasaran utama, yakni peningkatan kapasitas distribusi komoditas untuk kebutuhan domestik dan ekspor, serta perbaikan efisiensi rantai pasok melalui penurunan biaya logistik.
Ruas tol menuju Pelabuhan Tanjung Carat akan terhubung dengan backbone Jalan Tol Trans Sumatera yang saat ini sudah menjangkau Sumatera Selatan dan ditargetkan tersambung hingga Jambi pada akhir tahun.
"Akan ada interline lagi tol yang menuju ke Tanjung Carat itu kurang lebih sekitar 80 kilometer tol-nya," kata dia.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pengembangan lanjutan ruas Palembang–Prabumulih hingga Muara Enim sepanjang 37 kilometer untuk memperkuat akses ke kawasan produksi sumber daya alam.
Nilai investasi proyek integrasi jalan tol dan pelabuhan ini diperkirakan mencapai sekitar Rp26 triliun. Menurut BKPM, proyek ini akan memberikan efek pengganda ekonomi (multiplier effect) yang signifikan, terutama bagi komoditas unggulan seperti batu bara, kelapa sawit, karet, dan kopi.
Baca Juga: Iklim Investasi RI Disorot China, Purbaya Sampaikan Keluhan Balik soal Bisnis Ilegal
Baca Juga: Purbaya Kaget Aturan PPN Jalan Tol Sudah 10 Tahun Mandek
Ia mencontohkan, PT Bukit Asam saat ini masih menghadapi keterbatasan dalam peningkatan volume distribusi akibat infrastruktur yang belum optimal. Dengan adanya konektivitas baru, kapasitas pengiriman diproyeksikan meningkat dan biaya logistik dapat ditekan.
“Dengan adanya tol ini maka pertama volumenya akan naik, baik komoditi batu bara, kopi, karet, sawit dan lainnya. Ini juga tentunya akan menaikkan pertumbuhan ekonomi yang ada di sana,” ujar Todotua.
BKPM menargetkan konstruksi proyek tol dan pelabuhan tersebut dapat dimulai tahun ini, seiring kesiapan lahan serta dukungan pembiayaan dari berbagai pihak.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra