Kredit Foto: Istimewa
CEO Mubadala Energ, Mansoor Mohamed Al Hamed, menilai pengembangan blok migas di Laut Andaman berpotensi mengubah peta energi Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan pasokan gas dan tuntutan penguatan ketahanan energi nasional.
Menurut Mansoor, penemuan gas multi-TCF di wilayah Andaman menjadi salah satu temuan terbesar di Asia dan akan memainkan peran penting dalam mendukung pasokan energi domestik dalam jangka panjang.
“Penemuan multi-TCF kami di Laut Andaman, yaitu Layaran dan Tangkulo, termasuk di antara penemuan gas cekungan terbesar di Asia,” kata Mansoor dalam Indonesia Petroleum Convex, di ICE BSD Tangerang, Rabu (20/5/2026).
Ia mengatakan proyek Tangkulo saat ini ditargetkan mencapai final investment decision (FID) pada tahun ini, dengan target produksi gas perdana pada akhir dekade.
“Proyek seperti ini menunjukkan bahwa kemitraan strategis dan eksekusi yang tegas dapat membuahkan hasil,” ujarnya.
Mubadala sebagai perusahaan migas asal Abu Dhabi ini juga terus memperluas portofolio di kawasan Andaman melalui pengelolaan South West Andaman dan Central Andaman. Menurut Mansoor, ekspansi tersebut menjadikan perusahaan asal Abu Dhabi itu sebagai salah satu pemegang hak kelola wilayah kerja terbesar di kawasan tersebut.
Dalam sesi doorstop usai acara, Mansoor menyebut proyek-proyek Andaman berpotensi menjadikan Mubadala sebagai salah satu produsen gas terbesar di Indonesia ketika memasuki fase produksi.
“Hal ini akan menjadikan kami, ketika sudah masuk tahap produksi, sebagai salah satu produsen terbesar di Indonesia,” katanya.
Baca Juga: Medco Energi Cetak Produksi Migas 170 Mboepd di Kuartal I 2026
Baca Juga: PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Garap Bioenergi Sorgum di Gorontalo
Mansoor menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat energi regional didukung oleh pertumbuhan permintaan energi, posisi geografis strategis, serta potensi sumber daya laut dalam yang masih besar.
“Indonesia adalah negara yang siap menjadi pusat energi regional jika kita dapat menyelaraskan insentif, perizinan, dan infrastruktur,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: