Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Marco Rubio Sebut Ada Kemajuan Kecil dalam Pembicaraan Iran, Apa Itu?

Marco Rubio Sebut Ada Kemajuan Kecil dalam Pembicaraan Iran, Apa Itu? Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat mulai melihat adanya perkembangan dalam negosiasi terkait Iran di tengah ketegangan panjang mengenai program nuklir Teheran. Sinyal tersebut disampaikan langsung Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam pertemuan menteri luar negeri NATO di Helsingborg, Swedia.

Rubio mengatakan pembicaraan terbaru dengan Iran mulai menunjukkan sedikit kemajuan meski situasinya belum sepenuhnya aman. Ia menegaskan Washington masih berhati-hati dalam membaca arah negosiasi tersebut.

“Ada sedikit kemajuan, saya tidak ingin melebih-lebihkannya, tetapi memang ada sedikit pergerakan dan itu hal yang baik,” kata Rubio dikutip dari TASS. 

Meski melihat adanya perkembangan, Rubio memastikan posisi dasar Amerika Serikat terhadap Iran tidak berubah. Menurut dia, Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dalam kondisi apa pun.

“Prinsip dasarnya tetap sama. Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, itu tidak bisa ditawar,” ujar Rubio. 

Rubio juga menyoroti isu pengayaan uranium yang selama ini menjadi titik paling sensitif dalam pembicaraan antara kedua negara. Ia menyebut persoalan tersebut harus diselesaikan apabila ingin mencapai kesepakatan lebih besar.

“Untuk mencapai hal itu, kami harus menyelesaikan persoalan pengayaan uranium,” kata Rubio.

Isu tersebut selama bertahun-tahun menjadi sumber utama kebuntuan negosiasi antara AS dan Iran.

Pemerintah Amerika Serikat menilai pengayaan uranium Iran berpotensi membuka jalan bagi pengembangan senjata nuklir. Karena itu, Washington terus menekan Teheran agar membatasi aktivitas nuklirnya.

Di sisi lain, Iran selama ini bersikeras bahwa program nuklir mereka hanya digunakan untuk kepentingan sipil dan energi nasional. Namun, negara-negara Barat tetap menaruh curiga terhadap aktivitas pengayaan uranium yang dilakukan Teheran.

Munculnya sinyal kemajuan kecil dalam negosiasi ini dinilai menjadi perkembangan penting di tengah memanasnya situasi geopolitik Timur Tengah. Ketegangan kawasan sebelumnya meningkat akibat konflik bersenjata dan ancaman penutupan jalur energi strategis.

Pembicaraan Iran juga mulai menjadi perhatian negara-negara anggota NATO karena dikhawatirkan berdampak pada stabilitas global. Kondisi tersebut terutama berkaitan dengan keamanan energi dan jalur perdagangan internasional.

Amerika Serikat sendiri terus berupaya menyeimbangkan pendekatan diplomasi dan tekanan politik terhadap Iran. Washington ingin mencegah munculnya konflik terbuka baru di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Perang AS-Iran Mulai Guncang Industri Reasuransi RI, Premi Energi Tertekan

Sejak AS keluar dari kesepakatan nuklir Iran beberapa tahun lalu, hubungan Washington dan Teheran terus berada dalam situasi tegang. Sanksi ekonomi dan ancaman militer silih berganti mewarnai hubungan kedua negara.

Kini, adanya pergerakan kecil dalam negosiasi dianggap membuka peluang baru bagi jalur diplomasi internasional. Meski begitu, belum ada tanda bahwa kedua pihak sudah mendekati kesepakatan final.

Sejumlah pengamat menilai isu pengayaan uranium akan tetap menjadi hambatan terbesar dalam proses negosiasi tersebut. Amerika Serikat dan Iran dinilai masih memiliki jarak kepentingan yang cukup besar untuk disatukan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: