Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga Sawit Sempat Tertekan, PTPN IV PalmCo Serap 1,03 Juta Ton TBS Petani

Harga Sawit Sempat Tertekan, PTPN IV PalmCo Serap 1,03 Juta Ton TBS Petani Kredit Foto: PTPN

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Arya Sandhiyudha mengatakan perusahaan terus berkoordinasi dengan dinas perkebunan di berbagai daerah untuk memastikan implementasi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 berjalan sesuai ketentuan.

Menurut Arya, peran BUMN perkebunan tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga menjaga stabilitas tata niaga sawit ketika pasar mengalami tekanan.

“PTPN IV PalmCo terus berkoordinasi dengan dinas perkebunan untuk memastikan implementasi Permentan Nomor 13 Tahun 2024. Kehadiran BUMN di daerah harus menjadi referensi harga yang wajar dan jangkar pengaman tata niaga, terutama saat pasar sedang mengalami gejolak,” ujarnya.

Gejolak harga TBS dalam beberapa pekan terakhir terutama dirasakan petani swadaya yang tidak memiliki kemitraan dengan perusahaan pengolahan sawit. Sebaliknya, petani yang tergabung dalam pola kemitraan relatif terlindungi karena harga pembelian mengacu pada ketetapan tim penetapan harga TBS di tingkat provinsi.

Sekretaris Koperasi Unit Desa (KUD) Sawit Makmur Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Suparman mengatakan anggota koperasinya tetap menerima harga sesuai ketetapan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Selatan ketika harga di pasar swadaya sempat turun.

“Karena posisi kami adalah mitra resmi, kami menggunakan harga ketetapan dari Dinas Perkebunan Provinsi. Gejolak informasi di luaran tidak membawa pengaruh ke dalam,” katanya.

Data Dinas Perkebunan Kalimantan Selatan menunjukkan harga TBS tanaman menghasilkan usia 10-20 tahun selama Mei 2026 berada pada kisaran Rp3.781 hingga Rp3.841 per kilogram.

Kondisi serupa terjadi di Riau. Ketua Koperasi Produsen Makarti Jaya, Kabupaten Rokan Hulu, Hadiyanto mengatakan anggota koperasi yang bermitra dengan PTPN masih memperoleh harga lebih tinggi dibandingkan sejumlah PKS swasta.

“Di saat petani swadaya sangat terimbas dengan anjloknya harga, kami masih tersenyum. Selisih harga kami dengan pabrik-pabrik swasta terdekat lumayan signifikan, berkisar Rp600 sampai Rp1.000 per kilogram,” ujarnya.

Baca Juga: Harga CPO Global Stabil, Kementan Curiga Ada Permainan di Balik Jatuhnya Harga Sawit

Baca Juga: Wamentan Bongkar Penyebab Harga Sawit Jatuh, 139 PKS Disorot Pemerintah

Menurut Hadiyanto, kepastian harga menjadi faktor penting bagi petani, terutama ketika produktivitas kebun mengalami penurunan akibat usia tanaman maupun proses peremajaan.

“Sangat membantu anggota kami. Di saat tren produksi sedang menurun dan harga di PKS lain anjlok, PTPN tetap hadir dengan harga stabil,” katanya.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri