Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Anies Baswedan Beri Pelajaran Sejarah, Tokoh Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara Jadi Menteri Juga Cuma 3 Bulan

Anies Baswedan Beri Pelajaran Sejarah, Tokoh Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara Jadi Menteri Juga Cuma 3 Bulan Kredit Foto: Andi Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali melayangkan sentilan terkait polemik masa jabatan menteri yang singkat. Lewat unggahan di akun X (Twitter) pribadinya, Anies bahkan membawa fakta sejarah mengenai tokoh pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara.

Langkah ini dilakukan Anies sebagai bentuk pembelaan terbuka terhadap mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, yang belakangan ini disorot karena hanya menjabat selama tiga bulan.

"Tidak banyak yang tahu fakta ini... Berberapa lama Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara, menjabat sebagai Menteri Pendidikan (saat itu Menteri Pengadjaran)? " tulis Anies memancing diskusi netizen.

Unggahan Anies tersebut langsung memantik beragam reaksi dari tokoh politik hingga warganet yang mencoba mengulik kembali lembaran sejarah Indonesia.

Mantan Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Taufik Basari, turut memberikan penjelasan historis mengenai singkatnya masa jabatan sang Bapak Pendidikan Nasional.

"Ki Hadjar Dewantara menjabat selama 3 bulan pada kabinet presidensiil. Setelah maklumat pemerintah 14 November 1945, sistem pemerintahan berganti menjadi parlementer dipimpin Sutan Sjahrir sebagai Perdana Menteri," urai Taufik Basari.

Senada dengan Taufik, seorang netizen dengan akun @Omnduut juga mengonfirmasi kebenaran durasi jabatan tersebut seraya mengagumi dedikasi Ki Hajar Dewantara.

"Wah barusan cek ternyata Ki Hadjar Dewantara hanya bertugas sejak 19 Agustus 1945 hingga 14 November 1945 alias 3 bulan. Dan kita semua tahu jasanya mendobrak monopoli pendidikan kolonial Belanda yang saat itu hanya ditujukan bagi kaum priyayi!" cuitnya.

Sebelumnya, polemik ini menggelinding setelah video Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya viral di media sosial. Dalam potongan video tersebut, Mayor Teddy sempat menyinggung bahwa Dino Patti Djalal hanya menjabat sebagai Wamenlu selama tiga bulan.

Menanggapi narasi tersebut, Anies Baswedan langsung pasang badan. Ia menegaskan bahwa kapasitas, integritas, dan kontribusi seorang diplomat senior seperti Dino tidak bisa direduksi atau diukur hanya dari singkatnya masa jabatan formal di kabinet.

"Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam," tegas Anies secara terbuka.

Di akhir pernyataannya, Anies memberikan penekanan kuat bahwa kontribusi seseorang melampaui urusan birokrasi institusional.

"Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat