Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Faktor Global dan Rupiah Melemah, Emiten Ini Siapkan Strategi Jaga Kinerja

Faktor Global dan Rupiah Melemah, Emiten Ini Siapkan Strategi Jaga Kinerja Kredit Foto: Mayora Indah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pelemahan nilai tukar rupiah di tengah gejolak global tidak membuat PT Mayora Indah Tbk (Perseroan) optimis menjalani tahun 2026.

Untuk menjaga daya saing di tengah kondisi tersebut, Direktur PT Mayora Indah Tbk, Wardhana Atmadja, mengungkapkan Perseroan terus menjalankan berbagai strategi, mulai dari inovasi produk, peningkatan efisiensi operasional, pengendalian biaya produksi, hingga menjaga harga jual yang kompetitif tanpa mengurangi kualitas produk. 

Strategi ini menjadi fondasi penting dalam mempertahankan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas jangkauan pasar domestik dan internasional.

Wardhana mengungkapkan harga kopi dan coklat yang sudah mulai menurun pada tahun 2026 memberikan harapan adanya peningkatan margin pada tahun ini. Komposisi penjualan ekspor Perseroan yang signifikan dan memiliki banyak negara tujuan juga mendukung Perseroan untuk terus bertumbuh dengan stabil. 

Perusahaan, lanjut Wardhana, memandang prospek industri makanan dan minuman masih tetap positif didukung oleh stabilnya konsumsi rumah tangga dan permintaan pasar ekspor yang terus terjaga. Namun demikian, perusahaan tetap mencermati berbagai tantangan global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok, biaya logistik, dan harga komoditas.

“Kami akan terus memperkuat inovasi, menjaga efisiensi operasional, memastikan ketersediaan bahan baku, serta memperluas pasar di dalam dan luar negeri. Dengan strategi yang adaptatif dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis dapat terus meningkatkan daya saing dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Wardhana dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan pada Kamis (4/6). 

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp18.000, Purbaya: Itu Yurisdiksi Bank Sentral, Kewajiban Saya Jaga Fondasi Ekonomi

Dengan fondasi bisnis yang kuat, portofolio merek yang telah dikenal luas, serta jaringan distribusi yang menjangkau berbagai negara, Perseroan optimistis dapat terus bertumbuh dan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham, konsumen, mitra usaha, dan masyarakat.

Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan Perseroan, termasuk pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 dan Penggunaan Keuntungan Tahun Buku 2025 dengan membagikan dividen tunai sebesar Rp60,- per saham. 

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, gejolak geopolitik, serta kenaikan harga sejumlah bahan baku utama, Perseroan berhasil membukukan penjualan sebesar Rp38,68 triliun pada tahun 2025. Angka ini meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp36,07 triliun. 

Baca Juga: Prabowo Bangga Indomie dan Mayora Dicari Orang Eropa hingga Afrika

Wardhana mengatakan bahwa sepanjang tahun 2025 Perseroan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Tingginya harga kopi dan kakao sebagai bahan baku utama produksi memberikan tekanan terhadap biaya produksi, sementara kondisi pasar mengharuskan Perseroan tetap menjaga daya saing harga produknya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: