Purbaya Tantang Kritik Soal Perhitungan Ekonomi: Mau Pakai Rumus yang Mana?
Kredit Foto: Dok. Kemenkeu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi berbagai analisis dan perhitungan kondisi ekonomi yang beredar di media sosial dengan menegaskan bahwa fundamental fiskal Indonesia masih terjaga.
Menurutnya, perdebatan mengenai metode perhitungan tidak mengubah fakta bahwa penerimaan negara menunjukkan perbaikan, defisit APBN tetap terkendali, dan keseimbangan primer kembali mencatat surplus.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026), saat menjelaskan perkembangan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026.
Purbaya mengatakan defisit APBN hingga Mei 2026 tercatat sebesar 0,7% terhadap produk domestik bruto (PDB). Menurutnya, angka tersebut masih berada dalam batas yang aman dan terkendali.
“Yang paling penting lagi apa, defisitnya jadi 0,7. Memang bulan pertama tahun ini 0,7. Kalau kita pakai cara menghitung ekonomi yang di luar itu, di TikTok segala macam, dia kan dikali-kalikan. Ya sudah kalau saya cari cara yang sama jadi 12 per 7 kali 0,7, kira-kira dapatnya sekitar 1,8,” ujar Purbaya.
Baca Juga: APBN Mei 2026 Defisit Rp180,4 Triliun, Belanja Tumbuh Lebih Cepat dari Pendapatan
Baca Juga: Prabowo Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen di 2027
Ia menyebut sejumlah pihak kerap menggunakan pendekatan tertentu untuk memproyeksikan kondisi ekonomi secara tahunan. Namun, menurutnya, apa pun metode yang digunakan, kondisi APBN saat ini masih menunjukkan tren yang sehat.
“Jadi kalau lihat dari situ APBN kita amat aman. Tapi kalau saya ngomong gitu orang di luar bilang, oh bukan gitu cara ngitungnya. Ya sudah, cara hitungnya yang mana yang mau lo pakai? Tapi yang jelas bisa kita kendalikan, utamanya karena pajak dan bea cukai ada perbaikan yang signifikan,” katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: