Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Citra Gibran Naik, Prabowo Terus Downgrade: Pangi Bongkar Skenario Politik

Citra Gibran Naik, Prabowo Terus Downgrade: Pangi Bongkar Skenario Politik Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka kini sedang dicitrakan memiliki kapasitas yang sebanding dengan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Pangi, citra tersebut sengaja dibangun di tengah menurunnya persepsi publik terhadap Prabowo akibat pidato yang kerap keliru serta kebijakan yang dianggap tidak konsisten.

"Soal Gibran ya. Ya itu ya memang itulah yang mau dicitrakan sekarang — bahwa Gibran lebih punya kapasitas, kemampuan, dianggap sebandingan Prabowo gitu," ungkap Pangi dalam kanal YouTube Refly Harun, dikutip Kamis (18/6).

"Setelah banyaknya masalah ini — dengan yang dihadapi Prabowo, didowngrade terus, citranya rusak terus, pidato salah terus, banyak kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak sesuai dengan apa yang disampaikan gitu," imbuhnya.

Pangi menilai kondisi ini membuat masyarakat perlahan menormalisasi pandangan bahwa Gibran lebih cocok menempati posisi kepala negara dibandingkan Prabowo.

"Jadi lama-lama orang akhirnya dianggap menormalisasi bahwa Gibran lebih cocok gitu dibanding Prabowo," ujarnya.

Ia juga menyinggung langkah Gibran menerima perwakilan mahasiswa yang berdemonstrasi pada Senin (15/6/2026). Menurutnya, tindakan itu menampar wajah Prabowo karena menjadikan krisis sebagai panggung politik.

"Jadi kalau ada settingan kemarin — orang sudah paham semua juga. Jadi bisa saja itu apa yang disampaikan Gibran sebagai Wapres ya. Ambil muka, nampar wajah Presiden Prabowo — ya semua gimik, semua demi kepentingan kekuasaan juga gitu," tandasnya.

Seperti diketahui, Gibran menemui langsung 15 perwakilan mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK) dan Universitas Mohammad Husni Thamrin (MH Thamrin) di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026). 

Dalam kesempatan itu, Gibran mengakui masih banyak kekurangan dalam perannya sebagai wakil kepala negara.

Baca Juga: Gibran Main Catur Politik: Serangan Lewat MBG-Kopdes!

"Saya sadar masih banyak minusnya, kekurangannya banyak, ya ini yang harus kita perbaiki bersama. Makanya ini saya terima kasih sekali dapat masukan-masukan. Saya senang mahasiswa kritis ikut mengevaluasi, ikut memberikan saran," ucapnya.

Mahasiswa kemudian menyerahkan memorandum berisi enam tuntutan utama, yang berfokus pada evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penolakan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya