Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dua Kapal Tanker Pertamina Tertahan 3 Bulan di Selat Hormuz

Dua Kapal Tanker Pertamina Tertahan 3 Bulan di Selat Hormuz Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengungkapkan dua kapal milik perusahaan masih berada di wilayah Selat Hormuz.

Dua kapal tersebut yakni kapal jenis VLCC (Very Large Crude Carrier) Pertamina Pride dan Kapal Motor Tanker (MT) Gamsunoro yang merupakan kapal tanker minyak mentah tipe Long Range (LR). Berdasarkan catatan Warta Ekonomi, keberadaan kapal di wilayah tersebut, keduanya telah berada di Selat Hormuz selama lebih dari tiga bulan.

Baron mengatakan, Pertamina terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta pihak-pihak terkait lainnya untuk memastikan keselamatan awak kapal, kargo, dan aset perusahaan.

"Dua kapal masih berada di sana. Dua kapal di sana. Kami prioritas adalah keselamatan dari awak, kargo, dan juga kapalnya, sebagai aset dari Pertamina," kata Baron saat ditemui di gelaran launching ceremony Moto GP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Kamis (18/6/2026).

Ia mengatakan, Pertamina berharap kedua kapal tersebut dapat segera kembali menjalankan aktivitas pengangkutan kargo yang telah direncanakan.

"Yang kita lakukan adalah terus memonitor dan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, dan juga pihak-pihak terkait lainnya sehingga dua kapal kita berharap bisa segera kembali menjalankan kargo-kargo yang sudah dijalankan. Saya rasa itu ya," ujarnya.

Kapal VLCC Pertamina Pride diketahui membawa minyak mentah (light crude oil) dari Timur Tengah menuju Indonesia. Sementara itu, MT Gamsunoro merupakan kapal tanker minyak mentah tipe Long Range (LR) yang tengah melayani konsumen pihak ketiga (third party).

Baron menjelaskan, Pertamina melalui anak usahanya Pertamina International Shipping terus melakukan koordinasi terkait pengelolaan kedua kapal tersebut. Salah satu kapal berkaitan dengan pengiriman ke India, sementara kapal lainnya membawa kargo yang diperuntukkan bagi kebutuhan di Cilacap.

Baca Juga: Pertamax Bisa Lebih Mahal? Pertamina Klaim Baru Naik 50% dari Harga Pasar

Baca Juga: Dukung Pelaku Usaha Lokal, Pertamina Pamer Puluhan Produk UMKM di Jakarta Fair 2026

"Ya, India satunya, ya. Jadi sebenarnya kita untuk yang satu, itu mempergunakan sistem manajemen yang memang sudah ada koordinasi kita dengan pihak anak usaha kita, Pertamina International Shipping. Yang satu lagi, yang memang untuk dikirim ke Cilacap, kita terus berkoordinasi melalui Pertamina International Shipping sehingga kargo tersebut nantinya bisa dipergunakan untuk ketahanan energi nasional kita," tambahnya.

Ia memastikan kondisi tersebut tidak mengganggu ketahanan energi nasional.

"Insyaallah nggak ada masalah. Mohon doanya yang terbaik buat ketahanan energi di Indonesia," tutupnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra

Tag Terkait: