Pemerintah Klaim Ekonomi Indonesia Sangat Kuat, Krisis 1998 Tak Mungkin Terulang?
Kredit Foto: KSP
Kekhawatiran sebagian masyarakat mengenai potensi Indonesia kembali mengalami krisis ekonomi seperti tahun 1998 mendapat respons langsung dari pemerintah.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menegaskan kondisi ekonomi nasional saat ini justru berada dalam situasi yang jauh lebih stabil dibandingkan masa-masa menjelang krisis dua dekade silam.
Menurut Qodari, berbagai indikator ekonomi menunjukkan fundamental Indonesia masih kokoh. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, rasio utang pemerintah, hingga kondisi sektor perbankan dinilai berada dalam posisi yang aman sehingga kekhawatiran akan terulangnya krisis besar dianggap tidak memiliki dasar yang kuat.
"Sebetulnya indikator-indikator fundamental kita sangat kuat dan itu yang membuat situasi dan kondisi pada hari ini menjadi sangat-sangat stabil," kata Qodari.
Baca Juga: Tokopedia PHK 90% Karyawan, Anak Buah Prabowo Salahkan TikTok: Uangnya Kemana?
Ia menjelaskan, pada kuartal pertama 2026 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year). Capaian tersebut dinilai menjadi salah satu yang tertinggi di dunia dan mencerminkan kekuatan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Tak hanya itu, inflasi nasional juga disebut masih berada dalam level yang terkendali. Meski secara tahunan naik menjadi 3,08 persen dibandingkan 2,42 persen pada April 2026, angka tersebut dinilai tetap menunjukkan stabilitas harga yang terjaga.
Qodari juga menyoroti posisi utang pemerintah yang menurutnya masih aman. Saat ini rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) berada di kisaran 40–41 persen, jauh di bawah batas maksimal 60 persen yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.
Selain faktor fiskal, ia menilai sistem perbankan Indonesia juga jauh lebih siap dibandingkan era krisis 1998. Menurutnya, perbankan nasional kini memiliki capital adequacy ratio (CAR) yang kuat sehingga mampu menopang stabilitas sistem keuangan.
Baca Juga: Nadiem Makarim Jangan Geer, Prabowo Disebut Ogah Beri Amnesti Usai Vonis 10 Tahun
"Satu yang sangat berbeda dengan tahun 1998 adalah kita sekarang punya yang namanya Lembaga Penjamin Simpanan sehingga masyarakat menjadi tenang," ujarnya.
Lebih lanjut, Qodari memastikan pemerintah terus memantau perkembangan ekonomi global dan bergerak cepat jika muncul persoalan yang berpotensi memengaruhi masyarakat. Ia menegaskan setiap dinamika yang terjadi akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera ditindaklanjuti.
"Persoalan yang ada di masyarakat itu sampai di tangan, sampai di telinga para pembantu beliau (Presiden RI Prabowo Subianto), dan disampaikan kepada Bapak Presiden," jelas Qodari.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: