Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jelang Pemakaman Ali Khamenei, AS Bombardir Jalur Menuju Kota Suci Mashhad

Jelang Pemakaman Ali Khamenei, AS Bombardir Jalur Menuju Kota Suci Mashhad Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat untuk pertama kalinya sejak April dilaporkan menyerang sejumlah jembatan di wilayah Iran. Serangan itu terjadi menjelang prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dijadwalkan berlangsung di Kota Mashhad pada Kamis (9/7/2026) malam waktu setempat.

Menurut laporan Al Jazeera, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan dua jembatan di wilayah timur laut Iran menjadi sasaran serangan. Kedua jembatan tersebut berada di jalur yang menghubungkan berbagai wilayah menuju Kota Mashhad, lokasi pemakaman terakhir Ali Khamenei.

Sebelumnya, media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan pasukan Amerika Serikat menembakkan tujuh rudal ke Jembatan Aq Tekeh Khan yang berada di luar Kota Aqqala, Provinsi Golestan. Serangan tersebut disebut memicu dua ledakan di jalur kereta api yang melintasi kawasan tersebut.

Meski Kota Aqqala berada di Provinsi Golestan dan Mashhad terletak di Provinsi Razavi Khorasan, keduanya sama-sama berada di kawasan timur laut Iran yang menjadi jalur penting menuju lokasi pemakaman.

Di tengah meningkatnya eskalasi konflik, jutaan warga turut mengiringi prosesi penghormatan terakhir bagi Ali Khamenei. Mengutip PressTV, jenazah mantan pemimpin tertinggi Iran itu sebelumnya dibawa ke Irak untuk menjalani rangkaian upacara penghormatan sebelum kembali ke Iran.

Pada Rabu (8/7/2026) malam waktu setempat, prosesi digelar di dua kota suci Irak, yakni Najaf dan Karbala. Najaf merupakan lokasi makam Imam Ali bin Abi Thalib, sementara Karbala menjadi tempat dimakamkannya Imam Hussein dan Abbas yang memiliki posisi sangat penting dalam tradisi Islam Syiah.

Kehadiran jenazah Ali Khamenei di Karbala menarik jutaan pelayat. Laporan menyebut jumlah warga yang memadati jalan-jalan kota itu mencapai lebih dari empat juta orang. Pemerintah Irak bahkan menetapkan hari libur nasional untuk mengakomodasi besarnya jumlah peziarah.

Sejumlah pejabat Irak dan tokoh kelompok perlawanan menyebut tingginya antusiasme masyarakat sebagai simbol persatuan sekaligus bentuk perlawanan terhadap agresi Amerika Serikat dan Israel.

Setelah rangkaian prosesi di Irak selesai, jenazah Ali Khamenei dibawa kembali ke Iran untuk dimakamkan di kompleks Makam Imam Reza di Kota Mashhad.

Baca Juga: Siapkan Berbagai Skenario, Israel Diam-diam Nantikan Kembali Berkobarnya Perang Iran-Amerika

Mashhad merupakan kota paling suci bagi umat Islam Syiah di Iran sekaligus kota kelahiran Ali Khamenei pada 1939. Ia menghabiskan masa kecilnya serta menempuh pendidikan agama di kota tersebut sebelum melanjutkan studi ke Qom.

Dimakamkan di dekat Makam Imam Reza, imam kedelapan dalam tradisi Syiah, dipandang sebagai penghormatan tertinggi yang mencerminkan peran Ali Khamenei sebagai pemimpin politik sekaligus otoritas keagamaan tertinggi Iran selama puluhan tahun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy