Kredit Foto: Sufri Yuliardi
3. Kolong kendaraan dan kaki-kaki
Komponen suspensi, tie rod, maupun bushing yang mengalami keausan akibat penggunaan intensif umumnya dapat terdeteksi saat uji jalan (test drive). Temuan tersebut sering dijadikan argumen bahwa kendaraan membutuhkan biaya perbaikan tambahan.
4. Kebocoran dan kompresi mesin
Rembesan oli tipis di area mesin juga kerap dibesar-besarkan sebagai indikasi kerusakan serius, seperti masalah pada paking atau silinder mesin yang membutuhkan biaya perbaikan besar. Padahal, dalam beberapa kasus, kondisi tersebut masih tergolong wajar.
Transparansi Data untuk Meningkatkan Posisi Tawar
Untuk menghindari tekanan harga saat negosiasi, perusahaan membutuhkan data objektif mengenai kondisi kendaraan. Salah satu caranya melalui layanan inspeksi independen yang mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi mobil.
Ardy menyebut Garasi.id dapat menjadi layanan inspeksi kendaraan dengan laporan komprehensif yang mencakup hingga 170 titik pemeriksaan. Hasil inspeksi tersebut dituangkan dalam sertifikat yang dapat menjadi bukti objektif mengenai kondisi kendaraan sehingga perusahaan memiliki dasar yang lebih kuat untuk mempertahankan harga jual sesuai nilai pasar (market value).
Baca Juga: Viral Rusak Spion dan Wiper Mobil di Sunter, Pelaku Berinisial GV Berhasil Dibekuk Polisi
Keberadaan data inspeksi yang transparan juga membantu meningkatkan kepercayaan calon pembeli, baik pembeli perorangan maupun showroom. Dengan informasi kondisi kendaraan yang lebih jelas, proses transaksi diharapkan dapat berlangsung lebih adil tanpa adanya potongan harga yang berlebihan.
Bagi perusahaan yang tengah meremajakan armada maupun pemilik kendaraan pribadi yang berencana menjual mobilnya, kelengkapan data kondisi kendaraan dapat menjadi faktor penting dalam menjaga nilai jual aset.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: