- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Gandeng Kemenekraf, BEI Bidik Lebih Banyak Perusahaan Ekonomi Kreatif Melantai di Bursa
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menjajaki kerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) untuk memperluas basis perusahaan yang berpotensi mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di pasar modal.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan sektor ekonomi kreatif memiliki prospek yang menjanjikan karena mampu menciptakan nilai tambah (value added) yang tinggi. Karena itu, sektor tersebut dinilai layak memperoleh akses pendanaan melalui pasar modal.
"Kami mendorong pelaku ekonomi kreatif yang memiliki value added tinggi agar dapat tercatat di bursa," ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, kolaborasi dengan Kemenekraf diharapkan tidak hanya memperkaya pilihan sektor yang tercatat di Bursa, tetapi juga memberikan alternatif investasi baru bagi masyarakat.
"Industri ekonomi kreatif juga berhak mendapatkan akses terhadap pendanaan publik. Di sisi lain, masyarakat juga memiliki kesempatan untuk berinvestasi di sektor ini," katanya.
Jeffrey menegaskan, BEI tidak membedakan perusahaan berdasarkan siapa pemiliknya, termasuk apabila dimiliki oleh figur publik. Yang menjadi pertimbangan utama adalah kualitas model bisnis, tata kelola perusahaan, serta potensi nilai tambah yang dapat diberikan kepada investor.
Saat ini, BEI bersama Kemenekraf tengah menyusun skema pembinaan bagi pelaku industri kreatif agar lebih siap memasuki pasar modal.
"Salah satu upaya yang disiapkan adalah program inkubasi untuk membantu perusahaan memahami proses bisnis dan persyaratan menjadi perusahaan terbuka," ungkap Jeffrey.
Baca Juga: BEI Kebanjiran Emiten Baru, 6 IPO Raup Dana Hampir Rp1,9 Triliun
Baca Juga: Deretan Konglomerat Hadiri IPO RANS, dari Haji Isam hingga Boy Thohir
Di sisi lain, BEI juga akan memberikan pendampingan mengenai ketentuan dan regulasi yang berlaku di pasar modal sehingga pelaku usaha memiliki pemahaman yang lebih komprehensif sebelum melaksanakan IPO.
"Dengan begitu, kedua belah pihak dapat saling memahami. Ke depan, pendampingan bagi pelaku industri kreatif juga dapat dilakukan secara lebih optimal," tutur Jeffrey.
Berdasarkan data BEI, sudah ada 963 perusahaan yang menjalani IPO hingga 10 Juli 2026. Dari total itu, sebanyak 7 perusahaan yang resmi IPO sepanjang 2026, dengan nilai dana himpunan sebanyak Rp2,16 triliun.
Ketujuh perusahaan yang IPO, yakni:
- PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) - IPO pada 10 Juli 2026
- PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) - IPO pada 9 Juli 2026
- PT Elsa Medika Mandiri Tbk (EMMI) - IPO pada 8 Juli 2026
- PT Back Multi Global Tbk (BACH) - IPO pada 8 Juli 2026
- PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) IPO pada 7 Juli 2026
- PT Niramas Utama Tbk (JELI) - IPO pada 7 Juli 2026
- PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) - IPO pada 10 April 2026
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dwi Aditya Putra