Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

No Cemas-cemas! Purbaya Klaim Negara Makin Dekat ke Indonesia Emas

No Cemas-cemas! Purbaya Klaim Negara Makin Dekat ke Indonesia Emas Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah berbagai isu yang sempat memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi nasional, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pesan optimistis. Ia menegaskan Indonesia saat ini bukan berada dalam situasi "Indonesia Cemas", melainkan sedang bergerak menuju cita-cita besar "Indonesia Emas".

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya setelah lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's (S&P) Global Ratings memutuskan mempertahankan peringkat utang jangka panjang Indonesia di level BBB dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil. Menurutnya, keputusan itu menjadi sinyal positif bagi masyarakat maupun pelaku pasar.

“Indonesia tidak Indonesia cemas, tapi Indonesia menuju ke Indonesia emas,” kata Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Purbaya menilai keputusan S&P menjadi bukti bahwa kebijakan ekonomi pemerintah masih mendapat kepercayaan dari lembaga internasional. Ia pun meminta dukungan DPR RI agar sinergi antara pemerintah dan parlemen terus terjaga dalam menjalankan kebijakan fiskal ke depan.

Baca Juga: Kasus Mega Korupsi Eks Jampidsus Bisa Bikin Impian Prabowo Kacau Balau

“Saya mohon dukungan dari anggota DPR untuk terus mendukung kami menjalankan tugas kami ke depan. Tentunya dengan dukungan Komisi XI dan seluruh anggota DPR RI termasuk Banggar,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Purbaya juga mengungkapkan bahwa beberapa bulan lalu dirinya bersama sejumlah pimpinan DPR RI melakukan kunjungan ke Amerika Serikat untuk bertemu S&P Global Ratings serta para investor internasional.

Ia mengatakan, pemerintah ingin menunjukkan bahwa berbagai kebijakan yang dijalankan bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus tetap berada dalam koridor peraturan perundang-undangan yang telah disusun bersama DPR.

“Dengan kerja sama yang tadi itu, ketika kita ke Amerika, mereka menjadi yakin bahwa kita memang bergerak ke arah yang benar,” ungkap Purbaya.

Purbaya menjelaskan, keputusan menemui S&P dan investor secara langsung juga dipicu oleh banyaknya sentimen negatif yang beredar sejak awal tahun. Salah satunya adalah isu yang menyebut peringkat utang Indonesia akan diturunkan.

Selain itu, muncul pula anggapan bahwa pemerintah menjalankan anggaran secara ugal-ugalan sehingga memicu kekhawatiran terhadap kondisi utang negara.

Baca Juga: KPK Didesak Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus, Jika Tidak Berani Prabowo Harus Bergerak!

Namun, menurut Purbaya, keputusan S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia dengan outlook stabil menjadi bukti bahwa penilaian internasional terhadap kebijakan pemerintah tetap positif.

“Pengumuman S&P ini memberikan indikasi yang jelas bahwa memang lembaga internasional yang benar, jujur, bijaksana, dan independen melihat kebijakan kita dengan baik,” ucap Purbaya.

Ia menegaskan pemerintah akan terus menjaga pengelolaan anggaran secara prudent, transparan, dan sesuai ketentuan perundang-undangan. Untuk itu, dukungan DPR dinilai penting agar pengelolaan keuangan negara tetap berjalan baik sekaligus terhindar dari penyimpangan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: