Indonesia dan Maroko Jajaki Perjanjian Dagang, Bidik Pasar Afrika Utara dan Mediterania
Kredit Foto: Ist
Di sisi lain, Indonesia juga melihat peluang memperkuat rantai pasok industri melalui peningkatan impor komoditas strategis dari Maroko, seperti fosfat untuk bahan baku pupuk, aluminium, serta berbagai mineral yang dibutuhkan industri manufaktur nasional. Sebagai imbal balik, Indonesia siap meningkatkan ekspor produk manufaktur bernilai tambah, mulai dari produk berbasis kelapa sawit, karet, tekstil, alas kaki, hingga mesin dan peralatan listrik.
Kerja sama tidak berhenti di sektor perdagangan. Indonesia dan Maroko juga menjajaki kolaborasi pada industri dirgantara, termasuk penguatan rantai pasok dan pengembangan kegiatan maintenance, repair and overhaul (MRO) di Indonesia.
Peluang kerja sama juga dibuka di sektor farmasi, khususnya pengembangan obat-obatan dan kosmetik halal, serta pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk mendukung transformasi industri yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga: Kadin Jabar Perluas Akses Perdagangan dan Investasi Lewat SIBS@ASEAN 2026
Seluruh upaya tersebut akan diperkuat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, riset bersama, promosi investasi, penyelenggaraan pameran industri, hingga business matching antara pelaku usaha kedua negara.
Sebagai langkah lanjutan, Kementerian Perindustrian akan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk mempersiapkan Indonesia–Maroko Business Forum yang direncanakan berlangsung pada awal 2027.
Forum tersebut diharapkan menjadi sarana bagi dunia usaha kedua negara untuk mempercepat realisasi investasi dan berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas dalam pertemuan bilateral.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Indonesia dan Maroko optimistis kemitraan industri kedua negara akan semakin kuat. Dengan karakter ekonomi yang saling melengkapi, kerja sama ini diharapkan mampu memperluas akses pasar, memperkuat rantai pasok industri, menarik investasi, sekaligus menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi pertumbuhan industri nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman