Klaim Baru soal Mojtaba Khamenei, Disebut Berada di Luar Iran dan Tak Pernah Muncul ke Publik
Kredit Foto: Istimewa
Sebuah sumber dari Israel mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, kini sudah tidak lagi berada di wilayah Iran. Klaim tersebut disampaikan kepada media Saudi Al-Hadath, namun tidak disertai informasi mengenai lokasi keberadaan Mojtaba.
Dikutip dari The Times of Israel, Minggu (19/7/2026), sumber tersebut juga mengeklaim seluruh pernyataan tertulis yang selama ini dikaitkan dengan Mojtaba sebenarnya disusun oleh Kepala Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Ahmad Vahidi, bersama sejumlah anggota IRGC lainnya.
Selain itu, sumber Israel tersebut menyebut adanya perpecahan serius di internal Iran yang dinilai mengancam keberlangsungan IRGC.
"Perpecahan internal Iran sangat mendalam dan mengancam keberadaan Korps Garda Revolusi Islam," demikian pernyataan sumber tersebut.
Meski melontarkan klaim mengenai keberadaan Mojtaba, sumber itu tidak menjelaskan negara atau lokasi tempat Pemimpin Tertinggi Iran tersebut berada saat ini. Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran terkait informasi tersebut.
Mojtaba Khamenei diangkat menjadi Pemimpin Tertinggi Iran setelah ayahnya, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.
Sejak menjabat, Mojtaba belum pernah tampil secara langsung di hadapan publik. Seluruh komunikasi resmi yang dikaitkan dengannya selama ini hanya disampaikan melalui pernyataan tertulis.
Sebelumnya, CBS News melaporkan dengan mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat bahwa Mojtaba berada di lokasi rahasia dengan akses yang sangat terbatas. Laporan itu menyebut komunikasi dengannya hanya dapat dilakukan melalui jaringan kurir.
Menurut laporan tersebut, terganggunya jalur komunikasi di pemerintahan Iran menjadi salah satu penyebab lambatnya pembahasan peluang kesepakatan dengan Amerika Serikat. Situasi itu disebut membuat berbagai usulan dari Washington tidak segera memperoleh respons.
Baca Juga: Lokasi Mojtaba Khamenei Bocor di Tengah Memanasnya Perang Iran-Amerika
CBS News juga melaporkan Mojtaba mengalami luka serius pada awal pecahnya perang. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran mengenai kabar tersebut.
Laporan lain dari The New York Times menyebut Mojtaba sempat ingin menghadiri pemakaman ayahnya di Mashhad pada 9 Juli 2026. Namun, aparat keamanan Iran dilaporkan melarangnya hadir karena khawatir kemunculannya dapat dimanfaatkan Israel untuk melacak lokasi persembunyiannya atau melakukan upaya pembunuhan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: