Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Usai Diklaim Tewas Trump, Mojtaba Khamenei Kirim Ancaman Keras kepada Amerika Serikat

Usai Diklaim Tewas Trump, Mojtaba Khamenei Kirim Ancaman Keras kepada Amerika Serikat Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sempat mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, telah tewas. Namun, terbaru Mojtaba menyampaikan pesan tertulis yang berisi peringatan keras kepada Washington di tengah memanasnya konflik kedua negara.

Selama beberapa bulan terakhir, Mojtaba Khamenei tidak pernah tampil di hadapan publik. Pemerintah AS meyakini ia mengalami luka serius dan cacat fisik akibat serangan gabungan AS dan Israel yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Laporan menyebut Mojtaba berada di kediaman yang sama saat serangan udara terjadi, tetapi selamat karena berada di ruangan berbeda. Sejak dilantik sebagai pemimpin tertinggi Iran pada Maret 2026, ia belum pernah muncul secara langsung di depan publik.

Spekulasi mengenai kondisinya semakin menguat setelah Mojtaba tidak menghadiri pemakaman ayahnya. Ia baru mengeluarkan pernyataan tertulis sehari setelah prosesi pemakaman selesai.

"Pembalasan ini adalah kehendak bangsa kita dan harus dilaksanakan," tulis Mojtaba dalam surat yang ditandatangani pada Jumat (10/7/2026).

Pernyataan tersebut kemudian ditanggapi Trump dalam wawancara dengan Fox News. Presiden AS itu menyebut para pemimpin Iran telah tewas dan mengklaim Mojtaba kemungkinan besar juga telah meninggal dunia.

"Mereka tidak memiliki Angkatan Laut. Mereka tidak memiliki Angkatan Udara. Semuanya sudah lenyap. Pertahanan anti-pesawat mereka sudah musnah. Para pemimpin mereka semuanya telah tewas," ujar Trump.

Trump juga sempat keliru menyebut nama Ayatollah Ali Khamenei sebagai Ruhollah Khomeini, tokoh Revolusi Iran yang wafat pada 1989.

"Para pemimpin terbaik mereka telah tewas. Mereka sudah habis. Khomeini sudah tiada," ucap Trump.

"Putranya, 90 persen telah tiada," klaim Trump, merujuk kepada Mojtaba Khamenei.

Belakangan, televisi pemerintah Iran menayangkan pernyataan tertulis yang dikaitkan dengan Mojtaba Khamenei. Dalam pesan itu, ia menuduh Amerika Serikat berulang kali melanggar nota kesepahaman (MoU) yang disepakati kedua negara.

"Pelanggaran berulang terhadap perjanjian oleh Setan Besar sehubungan dengan kesepakatan tersebut sekali lagi membuktikan kepada semua orang bahwa tanda tangan Presiden Amerika sekarang sama sekali tidak berharga dan tidak sah, dan bahwa intimidasi, hegemoni, dan kebiadaban adalah komponen yang tak terpisahkan dari keyakinan dan doktrin Amerika," bunyi pernyataan tersebut.

"Sekarang musuh Amerika berusaha untuk memicu perang dan menderita biaya yang lebih berat dan penghinaan lebih lanjut, mereka harus tahu bahwa bangsa Iran yang terkasih dan Front Perlawanan memiliki pelajaran yang tak terlupakan bagi mereka," lanjutnya.

Baca Juga: Klaim Baru soal Mojtaba Khamenei, Disebut Berada di Luar Iran dan Tak Pernah Muncul ke Publik

Ketegangan antara AS dan Iran terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Amerika Serikat dilaporkan menyerang sejumlah infrastruktur sipil di Iran, termasuk jembatan, jalur kereta api, dan pabrik desalinasi air.

Sebagai balasan, Iran menyerang sejumlah target yang berkaitan dengan kepentingan AS, termasuk infrastruktur di Kuwait serta pangkalan militer Amerika di Yordania. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan dua tentara AS.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy