Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hadapi Banyak Tantangan, IIS Ajak Industri Asuransi Syariah Kolaborasi

Hadapi Banyak Tantangan, IIS Ajak Industri Asuransi Syariah Kolaborasi Kredit Foto: MPMInsurance
Warta Ekonomi, Sukabumi -

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Fauzi, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjawab berbagai tantangan industri dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

"AASI berkolaborasi dengan Islamic Insurance Society (IIS) untuk memecahkan berbagai gap di industri asuransi syariah. Sinergi antara asosiasi, regulator, akademisi, dan pelaku usaha menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri yang sehat, inovatif, dan berkelanjutan," ujarnya dalam acara The 4th Sharia Insurance Experts Forum (SIEF) 2026 yang digelar IIS pada 17–19 Juli 2026 di Hotel Laska, Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Siti Ma'rifah, Bendahara III Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), menyoroti masih rendahnya tingkat penetrasi, literasi, dan inklusi asuransi syariah di Indonesia.

"Penetrasi, literasi, dan inklusi asuransi syariah masih sangat rendah. Karena itu diperlukan dukungan lembaga keahlian yang turun langsung membangun kapasitas SDM, seperti IIS, serta kolaborasi dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional," ujarnya.

Dari sisi regulator, Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sumarjono, menyampaikan bahwa keberlanjutan industri ditentukan oleh kualitas tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, inovasi, serta sumber daya manusia.

"Tiga pilar utama pertumbuhan industri adalah governance, risk management dan compliance, inovasi produk, serta pengembangan SDM. SDM merupakan faktor paling penting dalam menjalankan seluruh aspek tersebut. Oleh karena itu, IIS memiliki peluang besar untuk berkontribusi mencetak profesional yang kompeten di bidang asuransi syariah," jelasnya.

Mengusung tema “Sharia Insurance Expert: Integrity, Innovation, and Empowerment of the Ummah”, forum tahunan IIS ini diikuti oleh 120 peserta yang terdiri atas regulator, akademisi, praktisi industri dan peneliti dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: AAUI Buka Peluang Premi Asuransi Naik Jika Iuran Program Penjaminan Polis Membengkak

SIEF 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan industri asuransi syariah melalui penguatan tata kelola, inovasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta riset yang aplikatif.

"IIS berkomitmen membangun kompetensi melalui pelatihan kerja berstandar nasional dan membantu menggali potensi asuransi syariah melalui riset dan perumusan kebijakan. Kami ingin menjadi mitra strategis bagi industri dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul sekaligus menghasilkan pemikiran yang mampu mendorong kemajuan industri asuransi syariah nasional," terang Ketua Umum Islamic Insurance Society (IIS), Edi Setiawan.

Adapun melalui SIEF 2026, IIS menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan kompetensi SDM melalui pelatihan berbasis standar nasional, pengembangan riset terapan sebagai dasar penyusunan kebijakan industri, serta penguatan kolaborasi antara regulator, asosiasi, akademisi, dan pelaku industri. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi percepatan pertumbuhan industri asuransi syariah yang sehat, inklusif, inovatif, dan berdaya saing global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman