Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PIER Proyeksi Ekonomi RI Melambat di Semester II 2026

PIER Proyeksi Ekonomi RI Melambat di Semester II 2026 Kredit Foto: Cita Auliana

Inflasi Mulai Mereda

Selain pertumbuhan ekonomi, PIER turut melihat perkembangan inflasi. Josua mengatakan tekanan inflasi sempat meningkat pada periode April-Juni 2026, terutama akibat kenaikan harga energi.

Namun, tekanan tersebut mulai mereda pada Juli 2026. Inflasi tercatat kembali berada di bawah 3 persen, yakni 2,8 persen secara tahunan.

Menurut Josua, penurunan tersebut antara lain dipengaruhi faktor pangan karena Juli memasuki masa panen sejumlah komoditas, termasuk bawang merah dan cabai.

Meski demikian, tekanan dari sisi energi masih perlu diperhatikan.

Risiko Global Masih Membayangi

PIER tetap melihat sejumlah risiko yang dapat memengaruhi perekonomian Indonesia hingga akhir 2026.

Risiko tersebut mencakup meningkatnya ketegangan geopolitik, ketidakpastian perang dagang, perbedaan arah kebijakan suku bunga bank sentral global, serta pemulihan ekonomi China yang lebih lambat dari perkiraan.

Ketegangan geopolitik berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan dan menekan aset negara berkembang. Sementara ketidakpastian perdagangan dapat memberikan tekanan terhadap ekspor Indonesia dan memperlebar defisit transaksi berjalan.

China juga menjadi perhatian karena merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia. Perlambatan ekonomi China dapat berdampak terhadap perdagangan dan permintaan komoditas Indonesia.

Dengan berbagai tantangan tersebut, PIER masih menilai ekonomi Indonesia memiliki daya tahan yang cukup kuat. Namun, ketahanan tersebut semakin bergantung pada kemampuan pemerintah menjaga daya beli, investasi, dan momentum pertumbuhan domestik ketika tekanan dari ekonomi global meningkat.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dwi Aditya Putra