Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sudah Dibantu Jokowi Keliling Daerah, Elektabilitas PSI Mentok 1,8 Persen Saja

Sudah Dibantu Jokowi Keliling Daerah, Elektabilitas PSI Mentok 1,8 Persen Saja Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun, menyoroti manuver mantan presiden Jokowi yang belakangan gencar melakukan kunjungan ke berbagai daerah atau safari politik, usai dari Lampung berlanjut ke Nusa Tenggara Timur, pekan kemarin ia berkunjung ke Kebumen, Jawa Tengah.

Rico mengendus langkah politik Jokowi ini dinilai sebagai upaya kuat Jokowi untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai basis pendukung utamanya.

Indikasi tersebut terlihat jelas saat Jokowi menghadiri peringatan Maulid Nabi di salah satu pesantren tertua di Jawa, yakni Pesantren Somalangu (Sumber Adi) di Kebumen, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

"Analisa saya, Jokowi ingin menguasai Jawa Tengah setelah Dedi Mulyadi terlihat kuat di Jawa Barat," ungkap Rico Marbun, Selasa (1/9/2026).

Berdasarkan analisis pidato-pidatonya di Jawa Tengah, Rico menilai Jokowi berkehendak menguasai wilayah Jawa sekaligus mempertahankan citranya sebagai pemimpin pengayom.

"Dia ingin terus mencitrakan diri sebagai pemimpin pengayom dengan mengatakan 'kalau sakti tidak untuk membunuh', dan yang paling penting dia menegaskan tetap bersama rakyat kecil," tambahnya.

Tuah Jokowi Belum Mengerek Elektabilitas Partai Anaknya

Meski rutin turun ke bawah, Rico menyebut manuver Jokowi tersebut belum memperlihatkan hasil yang nyata secara elektoral. Hal ini tecermin dari elektabilitas partai yang terafiliasi dengannya, yakni Partai Sosialus Indonesia (PSI).

Partai berlambang gajah yang kini dipimpin oleh anak bungsu Jokowi tersebut tercatat masih terpuruk dengan perolehan dukungan hanya sebesar 1,8 persen.

Sementara itu, untuk tingkat elektabilitas personal Jokowi, pihak Median belum melakukan pengukuran dalam survei terbarunya.

Alasannya, konstitusi tidak memungkinkan Jokowi untuk mencalonkan diri kembali sebagai presiden pada Pemilu 2029 mendatang.

"Mungkin lain kali kami akan melakukan survei khusus untuk melihat berapa besar pengaruh politik Jokowi yang sebenarnya," jelas Rico.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat