Kredit Foto: Vico - Biro Pers Sekretariat Presiden
Pakar hukum tata negara Mahfud MD menilai isu percepatan Pemilu 2029 yang dilontarkan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, merupakan bagian dari strategi politik cerdik Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Mahfud, meski Budi Arie menuai banyak kritik, isu tersebut justru memberi keuntungan politik bagi Jokowi.
“Secara politik, ini menguntungkan Pak Jokowi. Meskipun Budi Arie disalahkan, itu tetap aja Pak Jokowi yang diuntungkan,” ujar Mahfud melalui kanal YouTube resminya, Mahfud MD Official, dikutip Sabtu (5/9).
Baca Juga: PSI: Blusukan Jokowi Tak Bisa Ditiru, Pencitraan Terbaca Palsu
Mahfud menegaskan, Budi Arie tidak akan dijerat hukum karena pernyataannya tidak melanggar aturan. Ia menilai isu tersebut sengaja dibocorkan ke publik, sementara PSI ditampilkan seolah marah untuk menambah tekanan politik.
“Malah menurut saya itu disengaja, dilempar aja kan Anda tidak akan diapa-apakan. Lalu sudah diatur agar PSI maraihi dia. Gitu kan tambah tertekan,” jelasnya.
“Kan PSI harus Budi arie tidak boleh bawa-bawa ini gitu. PSI mungkin benar mengatakan, tapi ada yang ngatur itu. Biar PSI marah pada dia kan tidak akan diapa-apakan oleh hukum,” lanjutnya.
Mahfud juga menyoroti sikap Budi Arie yang muncul dua kali dengan pernyataan berbeda, pertama meminta maaf, lalu memberikan analisis bahwa percepatan pemilu mungkin saja terjadi. Hal itu, menurutnya, bagian dari strategi politik yang menguntungkan Jokowi.
“Ini menurut saya kecerdikannya kalau mau dianggap Pak Jokowi itu mengetahui, bahkan menyuruh ini, itu kecerdikan menurut saya,” tambah Mahfud.
Lebih jauh, ia mengaitkan dinamika ini dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, sejak 2024 Jokowi kerap menjadi sasaran kritik, namun kini arah serangan politik mulai bergeser ke Prabowo.
“Sehingga menurut saya ini kalau bukan permainan politik, tapi dampak politiknya seperti itu,” ucapnya.
“Tidak akan mengancam Budi Arie secara hukum, dan juga PSI akan makin terkenal, Pak Jokowi makin terkenal juga,” pungkasnya.
Dalam potongan video yang viral, Budi Arie menyebut insting politiknya mengarah pada percepatan pemilu, yang disambut sorakan “Siap!” dari audiens.
"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ucap Budi Arie yang langsung dijawab seruan "Siap!" dari audiens.
Baca Juga: Janji Pulang ke Solo Buyar, Pengamat: Jokowi Bukan Makhluk Moral
Budi Arie kemudian membandingkan kondisi sosial‑ekonomi saat ini dengan masa transisi Orde Baru ke Reformasi 1997–1999, ketika pemilu digelar lebih cepat pada 1999.
"Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun 97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya 99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy," tandasnya.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: