- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
BTPN Syariah Siapkan Bisnis Gadai Emas, Uji Coba Mulai September 2026
Kredit Foto: Emas
PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) menyiapkan bisnis pembiayaan emas atau gadai emas yang ditargetkan mulai memasuki tahap uji coba pada September 2026. Produk tersebut menyasar segmen mass market dan menjadi bagian dari strategi perseroan mengembangkan sumber pertumbuhan bisnis baru.
Direktur Bank BTPN Syariah Fachmy Achmad mengatakan, pengembangan bisnis gadai emas akan diawali melalui proyek percontohan di satu wilayah.
"Untuk gold financing atau gadai emas, kami rencanakan mulai kuartal III, sekitar September," ujar Fachmy dalam Public Expose Live 2026, Senin (7/9/2026).
Pada tahap awal, perseroan menyiapkan empat titik layanan yang akan ditempatkan di kawasan pasar. Layanan tersebut ditujukan untuk menjangkau masyarakat dari segmen mass market.
Menurut Fachmy, BTPS akan terlebih dahulu memantau perkembangan bisnis serta kualitas pembiayaan dari tahap uji coba tersebut sebelum memutuskan untuk memperluas cakupannya.
Perseroan menargetkan hasil awal dari pengembangan bisnis gadai emas mulai dapat dievaluasi pada Desember 2026. Evaluasi tersebut akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah ekspansi berikutnya.
Pengembangan gadai emas menjadi bagian dari upaya BTPS melakukan diversifikasi bisnis. Selama ini, perseroan fokus menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat ultra mikro melalui model pembiayaan berbasis kelompok.
Selain gadai emas, BTPS juga mengembangkan sejumlah produk keuangan syariah lainnya, seperti sukuk ritel, reksa dana syariah, dan cash waqf linked deposit.
Pengembangan berbagai produk tersebut dilakukan untuk memperluas solusi keuangan syariah yang ditawarkan perseroan sekaligus membuka peluang pendapatan berbasis komisi.
Baca Juga: BTPN Syariah Mulai Andalkan Pembiayaan Individu, Sudah Tembus Rp59 Miliar
Baca Juga: BTPN Syariah Siapkan Dana Rp1 Triliun, Buyback Maksimal 10% Saham
Baca Juga: BTPN Syariah Optimistis Laba Tumbuh Mid Double Digit pada Akhir 2026
Kinerja Keuangan BTPS di Semester I
Pada semester I-2026, BTPN Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp655 miliar, tumbuh 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi bisnis, total aset perseroan mencapai Rp23,3 triliun, meningkat 8% secara tahunan. Sementara itu, pembiayaan bruto tercatat sebesar Rp11 triliun, tumbuh 9% dibandingkan semester I-2025.
Fachmy menuturkan, perseroan tetap berhati-hati dalam mendorong pertumbuhan bisnis. Pasalnya, menjaga kualitas portofolio pembiayaan menjadi salah satu fokus utama BTPN Syariah.
Menurut dia, perbaikan kualitas pembiayaan akan menjadi bagian penting dari strategi perseroan untuk menjaga pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun.
Dengan kinerja hingga Agustus yang masih sesuai rencana, BTPN Syariah optimistis dapat mencapai target pertumbuhan laba bersih mid-double digit pada 2026.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan