Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

KPR 40 Tahun: Ladang Premi Baru atau Beban Baru Industri Asuransi?

KPR 40 Tahun: Ladang Premi Baru atau Beban Baru Industri Asuransi? Kredit Foto: Unsplash/Tierra Mallorca

Prospek Premi Diperkirakan Tetap Terbatas

Meski membuka peluang pertumbuhan bisnis, pelaku industri menilai dampak finansial kebijakan ini belum dapat dihitung sebelum pemerintah menerbitkan aturan teknis mengenai implementasi, cakupan perlindungan, maupun parameter produk.

Hengky mengatakan Ciputra Life masih menunggu kejelasan regulasi sebelum menghitung potensi kontribusi terhadap pendapatan premi.

"Pada tahap ini, kami masih menunggu ketentuan lebih lanjut dari regulator mengenai desain kebijakan tersebut, termasuk mekanisme implementasi, cakupan perlindungan, serta parameter teknis lainnya. Setelah terdapat kejelasan, kami siap melakukan penyesuaian yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku."

Ia menambahkan, apabila implementasi berjalan efektif dan mampu meningkatkan penyaluran KPR, maka industri asuransi jiwa kredit juga berpeluang menikmati pertumbuhan.

"Yang dapat kami sampaikan, apabila implementasinya berjalan dengan baik, kebijakan ini berpotensi menciptakan peluang pertumbuhan kredit terutama kredit KPR serta pertumbuhan asuransi jiwa kredit."

Di sisi lain, Wahyudin memperkirakan dampaknya terhadap pertumbuhan premi industri secara keseluruhan tidak akan terlalu besar, hanya sekitar 1-2% secara tahunan. Menurutnya, proyeksi tersebut mempertimbangkan kewajiban pencadangan dan metode pengakuan pendapatan berdasarkan PSAK 117.

"Secara umum mendorong namun tidak terlalu signifikan. Asumsi pertumbuhan 1-2% year on year (yoy). Hal ini karena pencadaran dan metode pencatatan sesuai PSAK 117."

Dengan demikian, KPR tenor 40 tahun memang membuka pasar baru bagi industri asuransi jiwa kredit. Namun, peluang tersebut datang bersama konsekuensi berupa meningkatnya eksposur risiko, kebutuhan penyesuaian desain produk, hingga perubahan strategi underwriting dan aktuaria. Bagi industri, tantangan terbesar bukan sekadar memperpanjang masa perlindungan, melainkan memastikan bisnis tetap sehat ketika harus mengelola risiko hingga empat dekade ke depan.

Halaman:

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri