Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bidik Premi yang Sehat, Maximus Fokus Profitable Growth di 2026

        Bidik Premi yang Sehat, Maximus Fokus Profitable Growth di 2026 Kredit Foto: Annisa Nurfitri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (Maximus Insurance) menargetkan pertumbuhan premi 2026 secara moderat namun berkualitas dengan mengedepankan strategi profitable growth. Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan profitabilitas teknis, setelah premi perseroan turun 12,21% menjadi Rp1,42 triliun per Desember 2025 dari Rp1,62 triliun pada Desember 2024.

        Direktur Utama Maximus Insurance Jemmy Atmadja menegaskan perusahaan tidak mengejar pertumbuhan volume semata, melainkan premi yang selaras dengan kapasitas risiko dan struktur portofolio.

        “Untuk tahun 2026, perusahaan menargetkan pertumbuhan premi yang moderat dan berkualitas, dengan kisaran pertumbuhan yang selaras dengan kapasitas risiko dan strategi portofolio yang lebih selektif,” ujar Jemmy kepada Warta Ekonomi, Senin (2/3/2026).

        Menurutnya, setiap ekspansi bisnis harus melalui disiplin underwriting dan penetapan harga berbasis risiko.

        “Fokus utama kami bukan semata pada pertumbuhan volume, melainkan pada pertumbuhan premi yang sehat dan menghasilkan profitabilitas teknis. Artinya, setiap ekspansi bisnis harus melalui disiplin underwriting, pricing yang mencerminkan risiko, serta pengendalian loss ratio yang terukur,” katanya.

        Jemmy menyebut strategi 2026 mengedepankan prinsip profitable growth, yakni peningkatan premi yang diimbangi perbaikan kualitas portofolio.

        “Kami mengedepankan prinsip profitable growth, di mana peningkatan premi harus diimbangi dengan perbaikan struktur portofolio, seleksi risiko yang lebih ketat, serta optimalisasi reasuransi dan manajemen klaim. Dengan pendekatan tersebut, target pertumbuhan 2026 diarahkan untuk memperkuat kualitas laba, bukan hanya memperbesar top line,” ujarnya.

        Selain menjaga kualitas pertumbuhan, perseroan akan memperluas penetrasi pada segmen yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan sehat. Fokus diarahkan pada segmen direct korporasi dengan profil risiko terukur dan margin stabil, serta pengembangan kemitraan strategis dengan perbankan dan multifinance guna memperluas akses distribusi.

        Dari sisi produk, Maximus menyiapkan diversifikasi dan inovasi yang disesuaikan dengan dinamika kebutuhan pasar.

        Baca Juga: Kinerja Investasi 2025 Tumbuh Tajam, Maximus Tetap Konservatif

        Baca Juga: Maximus Catat Penurunan Klaim Hingga 22% Sepanjang 2025, Ini Strateginya

        Baca Juga: Klaim Liability Maximus Insurance Tembus 47,52%, tapi Kesehatan Tetap Cetak Klaim Tertinggi 2025

        “Perusahaan secara berkelanjutan melakukan evaluasi terhadap kebutuhan pasar dan dinamika risiko yang berkembang. Dalam konteks tersebut, kami memiliki rencana untuk melakukan diversifikasi produk serta menghadirkan inovasi yang lebih relevan dengan kebutuhan nasabah saat ini,” katanya.

        Ia menambahkan setiap inovasi tetap melalui kajian risiko dan aktuaria secara komprehensif agar selaras dengan disiplin underwriting serta menjaga portofolio tetap sehat dan berkelanjutan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: