Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Negosiasi Sulit Terjadi, Iran Tak Percaya Upaya Diplomasi Amerika Serikat

        Negosiasi Sulit Terjadi, Iran Tak Percaya Upaya Diplomasi Amerika Serikat Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Iran menegaskan pentingnya kepercayaan sebagai dasar upaya negosiasi guna mengakhiri perangnya dengan Amerika Serikat. Hal ini ditegaskannya kepada Perdana Menteri PakistanShehbaz Sharif.

        Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menegaskan pentingnya membangun kepercayaan sebagai dasar untuk membuka jalur negosiasi dalam konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah. Meski demikian, pihaknya mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Pakistan.

        Baca Juga: Update Perang Iran: Prancis Siapkan Misi Demi Membuka Selat Hormuz

        Teheran dengan ini terbuka dengan jalur diplomasi. Namun dengan hal tersebut, mereka juga telah memberikan sinyal bahwa pihaknya belum melupakan bagaimana serangan terjadi tak lama usai negosiasi pengembangan nuklir dengan Washington.

        Diketahui, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan mengejutkan ke Iran. Serangan tersebut terjadi selang beberapa hari usai adanya negosiasi pengembangan nuklir dari Washington dan Teheran.

        Adapun Pakistan tengah berupaya menjadi mediator untuk menekan eskalasi konflik dari Iran dan Amerika Serikat. Ia aktif berkomunikasi dengan kedua belah pihak termasuk dengan negara-negara di Timur Tengah.

        Islamabad sendiri dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan penting yang melibatkan sejumlah negara seperti Arab Saudi, Turki, dan Mesir. Pertemuan tingkat menteri luar negeri itu akan membahas upaya deeskalasi dan membuka peluang dialog yang lebih luas.

        Pakistan juga disebut telah menyampaikan proposal damai dari Amerika Serikat ke Iran. Namun, Teheran masih mengkaji proposal tersebut, dengan beberapa pejabat menilai isi usulan itu tidak seimbang.

        Proposal tersebut dilaporkan mencakup sejumlah tuntutan besar, termasuk pembatasan program nuklir, pengendalian pengembangan rudal hingga isu penyerahan pengelolaan jalur strategis seperti Strait of Hormuz.

        Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa pembicaraan dengan berjalan dengan baik dengan Iran. Namun, Teheran membantah adanya negosiasi langsung dan hingga saat ini, menunjukkan sikap enggan bernegosiasi dengan Washington.

        Baca Juga: Sinyal Operasi Baru Amerika Serikat ke Iran: 10.000 Tentara Bakal Dikirim ke Timur Tengah

        Perkembangan ini menegaskan bahwa jalur diplomasi mulai mendapatkan momentum, meskipun tantangan masih besar. Konflik yang telah berlangsung sejak awal tahun itu tidak hanya berdampak pada keamanan kawasan, tetapi juga mengguncang stabilitas ekonomi global, terutama melalui kenaikan harga energi dan gangguan jalur perdagangan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: