Kredit Foto: MUTU
PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang 2025 yang didorong ekspansi ke sektor ekonomi hijau dan meningkatnya peran dalam ekosistem bursa karbon, dengan pendapatan naik 7,3% menjadi Rp331,48 miliar dan laba bersih tumbuh 0,4% menjadi Rp24,21 miliar. Kinerja ini diumumkan perseroan dalam laporan tahun buku 2025 pada 25 Maret 2026 di Jakarta.
Perseroan menyatakan pertumbuhan tersebut terjadi seiring meningkatnya kebutuhan layanan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi (testing, inspection, and certification/TIC) berbasis keberlanjutan, khususnya terkait standar lingkungan dan perdagangan karbon.
Selain pendapatan dan laba bersih, MUTU juga mencatat peningkatan laba kotor sebesar 2,6% menjadi Rp142,76 miliar dari Rp139,11 miliar pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini memperkuat posisi perseroan sebagai salah satu pemain dalam sektor jasa sertifikasi berbasis environmental, social, and governance (ESG).
Dari sisi fundamental, total aset perseroan meningkat 8,9% menjadi Rp317,67 miliar dari Rp291,76 miliar, sementara ekuitas naik 7,6% menjadi Rp232,98 miliar. Saldo laba ditahan melonjak 25,6% menjadi Rp83,10 miliar, menunjukkan kemampuan perseroan dalam menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan.
Arus kas operasi juga mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 513,4% menjadi Rp9,37 miliar dari Rp1,53 miliar pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan kualitas pendapatan yang semakin kuat dan efisiensi operasional yang terjaga.
Secara kuartalan, kinerja MUTU menguat pada kuartal IV 2025 dibandingkan kuartal sebelumnya, didorong peningkatan aktivitas industri di akhir tahun serta percepatan realisasi proyek dan kontrak pada semester kedua. Optimalisasi utilisasi aset dan efisiensi biaya turut menjaga stabilitas margin.
Direktur Keuangan dan SDM MUTU, Sumarna, menyatakan bahwa capaian 2025 menjadi fondasi untuk pertumbuhan berkelanjutan ke depan.
“Kami melihat tahun 2025 sebagai momentum penguatan, baik dari sisi kinerja keuangan maupun arah strategis perusahaan. Ke depan, kami akan terus mendorong peningkatan kinerja melalui ekspansi bisnis yang selektif, penguatan kapabilitas sumber daya manusia, serta optimalisasi efisiensi operasional. Dengan fokus pada peluang di sektor green economy dan bursa karbon, kami optimistis dapat mencapai target pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga: Erajaya (ERAA) Raih Penjualan Rp76,6 Triliun, Laba Naik 15,82% di 2025
Baca Juga: Grup Bakrie–Salim (BUMI) Cetak Laba USD81 Juta di 2025, Tumbuh 20,05%
Baca Juga: Laba Emiten Jagoan Lo Kheng Hong (DILD) Anjlok 63% di 2025, Ini Biang Keroknya
Perseroan menilai peluang bisnis ke depan akan semakin terbuka seiring berkembangnya ekonomi hijau dan implementasi perdagangan karbon di Indonesia. Kebutuhan layanan verifikasi dan sertifikasi karbon diproyeksikan meningkat, sejalan dengan komitmen pemerintah dan sektor swasta dalam menekan emisi.
MUTU juga menyatakan akan memperkuat kapabilitas layanan berbasis ESG untuk menangkap peluang tersebut, termasuk pengembangan layanan verifikasi karbon dan standar keberlanjutan lainnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: