Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Amerika Serikat: Kami Akan Bawa Iran Kembali ke Zaman Batu

        Amerika Serikat: Kami Akan Bawa Iran Kembali ke Zaman Batu Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat menegaskan bahwa pihaknya akan terus membombardir wilayah dari Iran. Ia menegaskan bahwa kelanjutan perang tersebut akan ditentukan dalam dua hingga tiga pekan di Timur Tengah.

        Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan melancarkan serangan besar terhadap wilayah dari Teheran. Washington bahkan menyebut akan membawa negara tersebut kembali ke “zaman batu”.

        Baca Juga: Tujuan Hampir Dicapai, Trump Klaim Cetak Sejarah dalam Perang Iran dan Amerika Serikat

        "Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras selama dua hingga tiga minggu ke depan. Kita akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu," kata Trump.

        Pernyataan Trump muncul tak lama setelah ia menyebut bahwa tujuan strategis utama pihaknya dalam perang hampir tercapai. Ia sebelumnya mengklaim bahwa dirinya telah meraih kemenangan besar dalam beberapa pekan terakhir.

        “Malam ini, angkatan laut mereka telah hancur. Angkatan udara mereka luluh lantak. Para pemimpin mereka kini telah tewas. Komando dan kendali mereka sedang dihancurkan saat ini juga. Kemampuan mereka untuk meluncurkan rudal dan drone sangat terbatas,” kata Trump.

        Sebelumnya, Trump sebelumnya menyatakan bahwa operasi militernya dapat berakhir dalam dua hingga tiga pekan. Namun, pernyataan yang berubah-ubah menunjukkan bahwa strategi akhir konflik masih belum sepenuhnya pasti.

        Trump sendiri beberapa waktu yang lalu mengancam akan menghancurkan berbagai fasilitas vital jika tidak ada kesepakatan damai dengan Iran. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan menghancurkan pembangkit listrik, sumur minyak, sumber air bersih hingga pusat ekspor minyak dari Iran, Kharg Island.

        Amerika Serikat di sisi lain juga terus mengirimkan pasukan tambahan menuju Timur Tengah. Manuver Trump menjadi sorotan karena inkonsistensi dalam pernyataan  terkait strategi mengakhiri konflik. Ia membuka jalur diplomasi namun di sisi lain juga terus mengirimkan tekanan militer, termasuk dengan pengerahan ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah.

        Adapun Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi mengkonfirmasi bahwa pihaknya memang melakukan komunikasi dengan Amerika Serikat. Namun hal tersebut tidak bisa disebut sebagai negosiasi resmi.

        Baca Juga: Eropa Nilai Ancaman Trump Cuma Omon-omon: Amerika Serikat Lemah Tanpa NATO

        Menurutnya, pesan yang disampaikan melalui perantara lebih berupa pertukaran pandangan dan ancaman, bukan dialog diplomatik formal. Ia sendiri mendapatkan pesar yang diteruskan dari Utusan Khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: