Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ekonomi Tumbuh dari Pesisir, Jejak Amran dan PT Timah Gerakkan Ekonomi Sawang Laut

        Ekonomi Tumbuh dari Pesisir, Jejak Amran dan PT Timah Gerakkan Ekonomi Sawang Laut Kredit Foto: PT Timah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang diinisiasi oleh Grup MIND ID terus membuahkan hasil nyata.

        Di Desa Sawang Laut, Pulau Kundur, Kepulauan Riau, kelompok masyarakat Tuah Bersatu sukses menyulap lahan pesisir yang semula terbengkalai, menjadi sumber ekonomi baru melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Timah Tbk.

        Ketua Kelompok Tuah Bersatu Amran (46) menceritakan, inisiatif ini berangkat dari kegelisahan warga yang selama ini hanya bergantung pada hasil tangkapan laut.

        “Dulu kami ini nelayan, habis melaut ya sudah, istirahat, tidak ada kegiatan lain."

        "Dari situ kami berpikir bagaimana ada tambahan penghasilan,” ungkap Amran saat dihubungi Warta Ekonomi, Rabu (22/4/2026).

        Bermodalkan lahan kosong di pesisir, kelompok ini mulai merintis budi daya ikan kakap putih pada 2022, yang kemudian berjalan aktif sejak 2023.

        Program tersebut mendapat dukungan dari CSR PT Timah, mulai dari pembukaan lahan hingga pendampingan teknis.

        Seiring berjalannya waktu, unit usaha Tuah Bersatu kian berkembang pesat.

        Tak hanya budi daya kakap putih, kelompok ini juga merambah ke sektor hidroponik, produksi terasi, peternakan ayam petelur, hingga pengelolaan bank sampah yang kini tengah disiapkan.

        Amran menjelaskan, pengembangan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kesiapan kelompok.

        “Awalnya kakap, lalu berkembang ke hidroponik dan terasi."

        "Sekarang sudah masuk ayam petelur dan bank sampah."

        "Semua bertahap melalui program CSR,” ungkapnya.

        Dari sisi ekonomi, program ini mulai menunjukkan dampak nyata.

        Dari unit usaha peternakan ayam saja, kelompok mampu memasarkan sekitar 100 ekor ayam per bulan, dengan omzet mencapai Rp10 juta–Rp12 juta. 

        Sementara, unit hidroponik yang dikelola oleh kaum ibu setempat, menjadi tumpuan baru untuk memenuhi kebutuhan pasar akan sayuran segar seperti pakcoy, selada, dan sawi manis.

        “Memang belum besar, tapi sangat membantu ekonomi keluarga,” ucap Amran.

        Tak hanya meningkatkan pendapatan, program ini menjadi katalisator pembukaan lapangan kerja baru bagi warga desa.

        Namun, menurut Amran, manfaat yang paling fundamental adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

        Warga yang dulunya hanya memiliki keterampilan melaut, kini menguasai teknik budi daya modern hingga manajemen usaha.

        “Kami jadi banyak belajar, kenal dengan Kepala Dinas, dapat ilmu dari ahli. Itu yang paling terasa,” jelasnya.

        Menatap masa depan, Amran berharap pendampingan dari PT Timah Tbk dapat terus berlanjut, terutama dalam pengembangan pakan mandiri untuk budi daya ikan, agar biaya operasional dapat ditekan. 

        “Harapan kami program ini terus dikembangkan."

        "Kami ingin lebih mandiri dan bisa membantu masyarakat lebih luas lagi,” harapnya.

        Bagi warga Sawang Laut, program ini bukan sekadar bantuan, melainkan titik balik menuju kemandirian ekonomi berbasis potensi desa.

        Keberhasilan di Desa Sawang Laut menjadi bukti nyata implementasi praktik Environmental, Social, and Governance (ESG), oleh Grup MIND ID melalui PT Timah Tbk.

        Perusahaan tidak sekadar menjadi fasilitator, tetapi juga berperan sebagai enabler, yang membangun ekosistem ekonomi berkelanjutan di sekitar wilayah operasional tambang.

        Dengan menghadirkan manfaat nyata, perusahaan dapat membangun hubungan yang lebih harmonis dengan masyarakat, sekaligus meminimalkan potensi konflik sosial.

        Sinergi yang harmonis ini terbukti mampu meminimalkan potensi konflik sosial, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung. 

        Baca Juga: PT TIMAH Sabet PROPER Emas 2025, Buktikan Komitmen Pertambangan Berkelanjutan

        Atas inisiatif tersebut, PT Timah Tbk berhasil meraih penghargaan PROPER Emas dan Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup  (KLH/BPLH). 

        Penghargaan ini menjadi pengakuan atas keberhasilan perusahaan dalam menjalankan operasional yang ramah lingkungan, sekaligus memberikan dampak positif bagi kemandirian masyarakat. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Yaspen Martinus

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: