Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Anies Dituding: 'Kalau Berpolitik Jangan Kayak Jualan Obat, yang Santun'

        Anies Dituding: 'Kalau Berpolitik Jangan Kayak Jualan Obat, yang Santun' Kredit Foto: Instagram/aniesbaswedan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengacara Firdaus Oiwobo meminta mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghentikan narasi yang dinilai memprovokasi masyarakat terkait kondisi ekonomi nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

        Firdaus menilai pernyataan Anies yang menyebut negara dalam kondisi genting merupakan penilaian yang salah dan berlebihan. Menurutnya, situasi ekonomi saat ini lebih dipengaruhi dinamika geopolitik global dibanding faktor domestik.

        "Pak Anies, kalau berpolitik itu jangan kayak orang jual obat ya, segala ikut-ikutan membuat statement seakan-akan negara dalam keadaan genting. Negara lagi baik-baik saja. Kenaikan harga bensin Pertamax kemarin itu karena Selat Hormuz ditutup akibat konflik Iran, dan itu memengaruhi ekonomi dunia," ujar Firdaus dalam keterangan persnya, Rabu (17/6/2026).

        Firdaus menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax menyasar kelompok masyarakat menengah ke atas. Sementara itu, harga BBM subsidi disebut tetap dijaga agar tidak membebani masyarakat berpenghasilan rendah.

        "Kenaikan Pertamax itu untuk masyarakat menengah ke atas, bukan BBM subsidi untuk rakyat. Malah BBM subsidi untuk rakyat stabil-stabil saja tuh Pertalite. Jadi jangan memprovokasi, berpolitiklah yang santun," lanjutnya.

        Khawatir Memicu Kericuhan di Masyarakat

        Firdaus juga mengaku khawatir pernyataan politik yang tidak didukung data dapat memicu keresahan publik. Menurutnya, masyarakat yang tidak memahami perkembangan geopolitik dunia bisa salah menangkap pesan yang disampaikan.

        "Bapak statement seperti itu emangnya enteng? Kalau ditanggapi dengan serius oleh masyarakat yang tidak paham tentang situasi geopolitik hari ini, ini bisa chaos. Jangan berbicara seenak-enaknya demi mencari simpati," tegas Firdaus.

        Ia menambahkan bahwa Indonesia saat ini tengah berada dalam proses transformasi ekonomi, politik, dan hukum yang wajar terjadi di negara berkembang. Pemerintah, kata dia, juga sedang melakukan berbagai pembenahan di sejumlah sektor strategis.

        "Biasa itu, dalam masa transformasi ekonomi, politik, dan hukum itu hal yang lumrah di negara berkembang. Jangan Pak Anies mencari ikan di dalam air yang keruh, nanti tambah keruh. Jangan seakan-akan memojokkan pemerintah Pak Prabowo dan Mas Gibran," tuturnya.

        Tantang Anies Baswedan Debat Terbuka

        Mengakhiri pernyataannya, Firdaus secara terbuka menantang Anies Baswedan untuk berdebat mengenai kondisi ekonomi dan berbagai isu yang menjadi perdebatan publik.

        "Sangat disayangkan kalau ikut-ikutan berbicara tanpa data. Kalau Pak Anies mau debat, yuk siapkan stasiun TV-nya. Kita debat terbuka. Enggak usah lawan yang lain, lawan saya saja dulu," pungkas Firdaus.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: