Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Marak Penipuan Berkedok Customer Service, Orderkuota Tegaskan Tak Punya Layanan CS via WhatsApp

        Marak Penipuan Berkedok Customer Service, Orderkuota Tegaskan Tak Punya Layanan CS via WhatsApp Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan layanan pelanggan mendorong platform digital Orderkuota memperkuat edukasi keamanan bagi para pengguna. Perusahaan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai nomor WhatsApp yang mengaku sebagai Customer Service (CS) Orderkuota karena seluruh layanan pengaduan hanya tersedia melalui kanal resmi di dalam aplikasi.

        Tim Legal Orderkuota, Aprillya, menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah menyediakan layanan pelanggan melalui nomor WhatsApp pribadi maupun nomor yang beredar di luar saluran resmi. Penegasan ini disampaikan menyusul munculnya berbagai nomor yang mengatasnamakan Customer Service Orderkuota di mesin pencari, Google AI Overview, media sosial, hingga berbagai platform digital lainnya.

        Menurut Aprillya, kondisi tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Selain merugikan reputasi perusahaan, praktik tersebut juga dapat membahayakan keamanan data pengguna dan menimbulkan kerugian finansial.

        "Kami menegaskan bahwa Orderkuota tidak menyediakan layanan Customer Service melalui nomor WhatsApp pribadi maupun nomor WhatsApp yang beredar di luar kanal resmi perusahaan. Oleh karena itu, masyarakat dan pengguna diharapkan selalu melakukan verifikasi informasi melalui saluran resmi yang tersedia di dalam aplikasi Orderkuota," ujar Aprillya dalam keterangan resmi.

        Orderkuota mengungkapkan telah menerima sejumlah laporan dari pengguna yang mengaku menjadi korban maupun hampir terjebak dalam modus penipuan yang mengatasnamakan Customer Service perusahaan. Seluruh laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh tim terkait sekaligus menjadi dasar bagi perusahaan untuk terus meningkatkan edukasi mengenai keamanan digital.

        Selain memberikan edukasi kepada pengguna, perusahaan juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melaporkan akun, nomor telepon, maupun tautan yang diduga digunakan sebagai sarana penipuan.

        Untuk meminimalkan risiko, Orderkuota meminta pengguna hanya menyampaikan komplain melalui fitur Bantuan atau Live Chat yang tersedia di dalam aplikasi. Melalui menu tersebut, pengguna akan diarahkan ke kanal komunikasi resmi perusahaan yang telah diverifikasi, termasuk akun Telegram, Instagram, TikTok, Facebook, dan YouTube resmi.

        Perusahaan kembali menegaskan bahwa tidak ada layanan Customer Service melalui WhatsApp. Karena itu, pengguna diimbau tidak mencari nomor layanan pelanggan melalui mesin pencari maupun sumber lain di luar aplikasi.

        Di sisi lain, Orderkuota juga mengingatkan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi. Pengguna diminta untuk tidak pernah memberikan PIN transaksi, kode OTP, password akun, kode verifikasi, akses login, maupun informasi keamanan lainnya kepada siapa pun yang mengatasnamakan perusahaan.

        Selain itu, Customer Service resmi disebut tidak pernah meminta pengguna mentransfer uang ke rekening pribadi ataupun membagikan akses akun dengan alasan apa pun.

        "Apabila terdapat pihak yang meminta data-data tersebut, pengguna agar segera menghentikan komunikasi karena hal tersebut merupakan indikasi kuat adanya upaya penipuan atau phishing," kata Aprillya.

        Sebagai langkah mitigasi, Orderkuota menyatakan akan terus memantau informasi yang beredar di internet dan berbagai platform digital. Perusahaan juga mengumpulkan bukti terhadap akun maupun konten yang menggunakan identitas Orderkuota tanpa izin untuk kemudian dilaporkan kepada platform terkait dan kanal resmi pemerintah yang menangani konten digital bermasalah.

        Baca Juga: Mendagri: NIK dan IKD Jadi Fondasi Transformasi Digital Pemerintahan, Termasuk Untuk Penyaluran Bansos

        Di saat yang sama, perusahaan memperkuat edukasi keamanan melalui media sosial resmi, aplikasi, dan berbagai saluran komunikasi lainnya agar masyarakat memahami prosedur layanan yang benar. Orderkuota juga berupaya meningkatkan visibilitas informasi resmi di berbagai platform digital sehingga pengguna memperoleh referensi yang akurat ketika mencari informasi mengenai layanan Customer Service.

        "Kami mengimbau seluruh pengguna agar tidak mencari nomor Customer Service melalui internet maupun sumber yang belum terverifikasi," tegas Aprillya.

        Apabila membutuhkan bantuan, pengguna diminta langsung mengakses menu Bantuan atau Live Chat di aplikasi Orderkuota serta tidak pernah membagikan PIN, password, maupun kode OTP kepada pihak yang mengatasnamakan perusahaan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: