Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Iran Tegaskan Tak Negosiasi dengan AS, Araghchi: Mereka yang Mengemis

        Iran Tegaskan Tak Negosiasi dengan AS, Araghchi: Mereka yang Mengemis Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Amerika Serikat (AS) justru meminta agar negosiasi dengan Teheran kembali dilanjutkan. Pernyataan itu disampaikan setelah Iran berulang kali menegaskan tidak sedang melakukan perundingan dengan Washington.

        Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers yang disiarkan televisi pemerintah Iran. Ia membandingkan sikap AS saat ini dengan tuntutan Presiden Donald Trump pada awal konflik.

        "Presiden AS menulis dua kata (di media sosial) pada awal perang: 'Penyerahan diri tanpa syarat'," kata Araghchi.

        Menurut Araghchi, sikap Washington kini berubah setelah konflik kembali berkobar. Ia menyebut AS yang sebelumnya menuntut Iran menyerah justru meminta negosiasi dilanjutkan.

        "Itulah yang mereka inginkan dari kami, dan 20 hari kemudian, musuh yang sama justru mengemis untuk negosiasi," sebutnya.

        Araghchi sebelumnya juga menegaskan Iran tidak sedang melakukan perundingan dengan AS. Menurutnya, Teheran hanya bertukar pesan dengan Washington melalui para mediator.

        "Saat ini, kami tidak sedang melakukan negosiasi apa pun dengan Amerika Serikat," tegas Araghchi.

        Ia menjelaskan pertukaran pesan tersebut dilakukan untuk mencari kemungkinan dimulainya kembali perundingan. Namun, Iran belum bersedia kembali ke meja negosiasi sebelum sejumlah persoalan diselesaikan.

        "Iya, pesan-pesan memang saling disampaikan melalui pihak mediator. Itu bukanlah negosiasi, melainkan pertukaran pesan. Pihak mediator masih berupaya menciptakan kondisi agar negosiasi dapat dimulai kembali," ucapnya.

        Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Akan Segera Muncul ke Publik usai Jadi Korban Serangan Amerika Serikat

        Araghchi menegaskan Iran menuntut AS menghentikan pelanggaran terhadap nota kesepahaman sebelumnya. Teheran juga meminta kompensasi atas dugaan pelanggaran dan ketidakpatuhan Washington.

        "Dari perspektif kami, selama pelanggaran atau ketidakpatuhan belum berakhir dan selama Amerika Serikat belum memberikan kompensasi atas pelanggaran atau kegagalan mereka dalam mematuhi nota kesepahaman, tidak ada kemungkinan untuk memulai kembali negosiasi," tegas Araghchi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: