Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Israel Tak Mau Tunggu AS, Netanyahu Buka Opsi Serang Iran Sendirian

        Israel Tak Mau Tunggu AS, Netanyahu Buka Opsi Serang Iran Sendirian Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Israel dilaporkan sedang menyiapkan opsi serangan sepihak terhadap Iran jika perang antara Washington dan Teheran berakhir. Rencana tersebut muncul di tengah perbedaan sikap antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

        Trump saat ini berupaya mendorong Iran kembali ke meja perundingan. Netanyahu justru disebut tidak ingin mengikuti langkah Trump untuk mengakhiri konflik dengan Teheran.

        Media Israel, Channel 13, melaporkan Tel Aviv masih membuka kemungkinan melancarkan serangan ke Iran tanpa dukungan langsung dari Amerika Serikat. Militer Israel juga disebut tengah menyiapkan opsi serangan ketika Washington berupaya mencari jalan untuk mengakhiri perang.

        Netanyahu sebelumnya menegaskan Iran masih menjadi ancaman bagi keamanan Israel. Ia juga menuduh Teheran terus berupaya mengembangkan kemampuan senjata nuklir.

        "Sebagai Perdana Menteri Israel, saya bertekad mencegah Iran dari senjata nuklir," kata Netanyahu pekan lalu, dikutip Al Jazeera.

        Sejumlah pakar sebelumnya memang telah memperkirakan Israel dapat mengambil langkah militer secara unilateral terhadap Iran. Salah satu alasannya adalah kekhawatiran Tel Aviv terhadap program nuklir Teheran.

        "Israel hanya punya satu strategi menyerang langsung ancaman yang mengancam global dan melakukannya sendiri, jika perlu," kata peneliti senior di Institut Keamanan Nasional Misgav Israel, Kobi Michael, dikutip Al Jazeera.

        Namun, tidak semua pihak menilai Israel akan benar-benar menyerang Iran tanpa keterlibatan Amerika Serikat. Mantan diplomat AS Aaron David menilai langkah tersebut sulit dilakukan dalam kondisi saat ini.

        "Hal seperti itu mungkin terjadi jika Iran atau Hizbullah menyerang Israel secara langsung," kata David.

        "Tetapi pembicaraan soal Israel menyerang Iran sekarang, ketika negosiasi Amerika Serikat sudah sangat dekat dengan kesimpulan adalah hal yang mustahil," lanjutnya.

        David menilai hubungan Trump dan Netanyahu juga menjadi faktor penting dalam situasi tersebut. Kedua pemimpin tersebut beberapa kali menunjukkan perbedaan pandangan mengenai langkah yang harus diambil terhadap Iran.

        Trump bahkan pernah menunjukkan kekesalannya ketika Netanyahu menyampaikan informasi mengenai uranium Iran yang disebut telah diperkaya dan disembunyikan di Pickaxe Mountain. Trump menilai Netanyahu menyampaikan informasi tersebut agar dirinya kembali terlibat dalam konflik.

        "Saya tak butuh Bibi memberi tahu saya soal itu. Bibi memberi tahu karena dia ingin saya terlibat," kata Trump merujuk pada panggilan akrab Netanyahu.

        Di tengah perbedaan tersebut, Washington disebut berupaya mendorong penghentian perang dengan Iran. Amerika Serikat juga disebut mengambil langkah menuju fase berikutnya dari gencatan senjata Israel-Hamas.

        Meski demikian, hubungan pertahanan Washington dan Tel Aviv tetap kuat. Amerika Serikat masih berkomitmen memberikan bantuan militer kepada Israel.

        David menilai Netanyahu memiliki pengaruh besar terhadap awal konflik. Namun, ia menilai peran tersebut tidak otomatis membuat Netanyahu menentukan arah tahap berikutnya.

        Baca Juga: Desa Kristen di Palestina Ditutup Israel, Peziarah dan Turis Dilarang Berkunjung

        "Izinkan saya memperjelas. Netanyahu punya peran besar dalam bagaimana perang ini dimulai. Dia tidak akan memiliki peran dalam bagaimana perang ini beralih ke fase berikutnya," ungkap David.

        Jika laporan mengenai persiapan serangan tersebut benar, situasi ini menunjukkan adanya potensi benturan strategi antara Washington dan Tel Aviv. Upaya Trump menghentikan konflik dapat berhadapan dengan kepentingan Netanyahu yang masih ingin mempertahankan opsi militer terhadap Iran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: